OMC Bantu Pembasahan Lahan Gambut Rawan Karhutla Kalteng
- 07 Okt 2026 11:17 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dinilai berperan dalam membantu meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, terutama pada kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kepala BMKG Kalimantan Tengah, Sugiyono, mengatakan sebagian besar hujan yang terjadi di sejumlah titik merupakan hasil rekayasa modifikasi cuaca terhadap awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Menurut Sugiyono, OMC dilakukan dengan menyemai awan yang memiliki potensi hujan, tetapi sulit menghasilkan hujan dengan intensitas yang cukup. Penyemaian awan dilakukan agar proses pembentukan hujan dapat meningkat sehingga membantu pembasahan lahan, khususnya kawasan gambut yang rawan terbakar.
Sugiyono menjelaskan, keberhasilan OMC sangat bergantung pada keberadaan dan pertumbuhan awan di wilayah sasaran. BMKG terlebih dahulu memantau potensi awan melalui satelit, radar, dan berbagai instrumen lainnya sebelum tim OMC melakukan penerbangan untuk melaksanakan penyemaian.
Ia menegaskan, OMC tidak dapat dilakukan apabila tidak terdapat awan yang memenuhi kriteria untuk disemai. Karena itu, pemantauan kondisi atmosfer menjadi bagian penting dalam menentukan lokasi dan waktu pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
"Saat ini pemerintah daerah di Kalimantan Tengah telah melakukan antisipasi karhutla sejak akhir Juni dengan melaksanakan OMC di sejumlah wilayah. Setelah pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat, pemerintah daerah bersurat kepada BNPB yang kemudian berkoordinasi dengan BMKG untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca,” ucapnya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Lebih lanjut disampaikan Sugiyono upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pencegahan karhutla, termasuk membantu pembasahan dan pendinginan di wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Menurut Sugiyono, langkah antisipasi juga telah dibahas bersama Gubernur Kalimantan Tengah, bupati, dan wali kota untuk menghadapi potensi karhutla.
Meski demikian, Sugiyono mengakui upaya pencegahan karhutla menghadapi tantangan kondisi cuaca yang dipengaruhi musim kemarau dan fenomena El Nino yang cukup kuat. Ia mengatakan, hasil OMC dapat berbeda di setiap wilayah karena sangat bergantung pada kondisi atmosfer, sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....