Hari Musik Internasional, Rayakan Keberagaman Budaya Dunia
- 01 Okt 2026 17:01 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Musik Internasional diperingati setiap 1 Oktober sebagai momentum untuk merayakan keberagaman musik sekaligus mengenali kekuatannya dalam menghubungkan masyarakat di berbagai belahan dunia. Peringatan ini mendorong masyarakat untuk menikmati, mempelajari, dan menghargai berbagai bentuk musik sebagai bagian dari kehidupan dan kebudayaan.
Dilansir dari laman National Today, peringatan Hari Musik Internasional berawal dari resolusi Majelis Umum ke-15 International Music Council (IMC) di Lausanne, Swiss, pada 1973. Peringatan tersebut kemudian diinisiasi oleh Lord Yehudi Menuhin, yang saat itu menjabat Presiden IMC, dan pertama kali diselenggarakan pada 1 Oktober 1975.
Penetapan hari khusus untuk musik dilandasi keyakinan bahwa musik dapat mempererat hubungan antarmanusia dan menjembatani perbedaan budaya. Melalui musik, masyarakat diharapkan dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membangun semangat perdamaian dan persahabatan antarbangsa.
Hari Musik Internasional juga bertujuan mendorong perkembangan seni musik agar dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, peringatan ini mengangkat pentingnya pertukaran pengalaman budaya dan penghargaan terhadap nilai estetika yang berkembang di setiap masyarakat.
Dalam perkembangannya, peringatan Hari Musik Internasional diisi dengan beragam kegiatan yang berkaitan dengan musik. Konser, pameran, seminar, kuliah umum, konferensi musik, hingga pertunjukan di ruang publik menjadi sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan untuk memperingati momentum tersebut.
Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengingat hak masyarakat dalam berekspresi dan belajar musik, termasuk kesempatan bagi para seniman untuk mengembangkan kreativitasnya. International Music Council turut menekankan pentingnya akses terhadap musik serta penghargaan yang adil bagi para pelaku seni atas karya dan pertunjukan mereka.
Memasuki peringatan Hari Musik Internasional, masyarakat dapat mengambil bagian dengan mendengarkan musik dari berbagai genre, mengenal karya musisi lokal, atau menghadiri kegiatan musik di lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar hiburan, momentum ini mengingatkan bahwa musik dapat menjadi sarana pertukaran budaya dan membangun hubungan yang lebih harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....