Hari Penerjemahan Internasional, Dukung Keanekaragaman Bahasa Global

  • 30 Sep 2026 15:41 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Memperingati Hari Penerjemahan Internasional, UNESCO bersama Translation Commons menyelenggarakan perayaan daring pada tanggal 30 September 2026. Acara ini mengusung tema keanekaragaman bahasa serta hak-hak berbahasa dengan subtema kekuatan dari rasa saling memahami.

Dilansir dari laman Multilingual, tema tahunan ini secara konsisten ditetapkan oleh Federasi Penerjemah Internasional yang telah mempromosikan peringatan tersebut sejak tahun 1953. Peringatan ini sekaligus menjadi bagian dari Dekade Internasional Bahasa Daerah yang berlangsung sepanjang tahun 2022 hingga 2032.

Hak atas bahasa mencakup akses terhadap informasi, keadilan, pendidikan, serta layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tanpa ketersediaan layanan penerjemahan yang efektif, hak-hak mendasar tersebut tentu sangat sulit untuk diwujudkan secara nyata.

Forum internasional ini mempertemukan para penutur bahasa daerah, akademisi, pembuat kebijakan, serta pakar teknologi dari berbagai negara. Mereka berdiskusi guna memastikan hak-hak berbahasa dapat berubah menjadi akses nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal utama yang menjadi sorotan yaitu peran strategis penerjemahan dalam mendukung komunitas bahasa daerah serta kelompok minoritas yang sering kali terpinggirkan. Pendekatan berbasis komunitas dinilai sangat krusial agar masyarakat lokal memegang kendali penuh atas masa depan bahasa mereka.

Perkembangan teknologi modern dan kecerdasan buatan turut dibahas karena menyimpan potensi peluang sekaligus ancaman bagi kelestarian bahasa. Pengembangan teknologi yang ramah keanekaragaman bahasa sangat diperlukan agar tidak menggerus keunikan tata bahasa yang ada.

Acara virtual yang terbuka untuk umum ini disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube resmi milik organisasi Translation Commons. Melalui dialog global ini, penerjemahan terbukti menjadi jembatan utama menuju terciptanya kesetaraan serta inklusi sosial di seluruh dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....