Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Angkasa Pura Koordinasi dengan Mitra Penunjang
- 21 Sep 2026 23:08 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kondisi kabut asap akibat karhutla yang terpantau tebal di Kota Palangka Raya hingga Senin sore, 21 Septeber 2026, masih berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. Pihak Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya terus berkoordinasi dengan BMKG, AirNav, dan berbagai pihak untuk memantau perkembangan kondisi tersebut.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan pihaknya tidak hanya berkoordinasi dengan stakeholder utama, tetapi juga dengan jasa kargo hingga seluruh mitra bandara. Koordinasi dilakukan untuk memudahkan pengurusan calon penumpang apabila terjadi penundaan hingga pembatalan penerbangan akibat jarak pandang yang tidak memungkinkan.
“Kami terus berupaya untuk berkoordinasi dengan mitra-mitra penunjang, contohnya tenan, kemudian porter, kemudian antarmoda transportasi pun juga kita libatkan untuk selalu standby apabila terjadi penundaan sehingga kegiatan masyarakat untuk kembali pulang ke rumah masing-masing mereka itu bisa terbantu dengan transportasi yang memang kita sudah sediakan di bandara saat ini," katanya, Jumat, 18 September 2026.
Sementara itu, salah satu penumpang, Benturuan, mengatakan pemerintah diharapkan segera melakukan tindak lanjut secara serius dalam menghadapi kabut asap akibat karhutla. Dengan penanganan yang cepat, kondisi kabut asap diharapkan dapat berkurang sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan.
“Ya harapannya memang harus lebih serius, lebih tangguh, lebih cepat supaya ini bisa berkurang. Kalau memang meredakannya sih mungkin saya tidak yakin bisa reda, tapi berkurang lah, karena penerbangannya memang jelas terganggu.” katanya.
Pihak bandara juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Tjilik Riwut agar lebih intens memantau jadwal penerbangan. Hal ini penting karena kondisi di lapangan sangat dinamis dan perubahan jadwal penerbangan mengikuti perkembangan jarak pandang berdasarkan informasi dari BMKG.
Dengan koordinasi bersama berbagai pihak, pengelola bandara berupaya memastikan kebutuhan calon penumpang tetap dapat ditangani selama terjadi gangguan penerbangan. Masyarakat juga diharapkan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan selama kondisi kabut asap masih mengganggu jarak pandang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....