Mengenal Buah Kelengkeng dan Manfaatnya
- 21 Sep 2026 08:49 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Masyarakat Indonesia telah lama mengenal kelengkeng (Dimocarpus longan) sebagai salah satu buah tropis favorit yang memiliki rasa manis lezat dan aroma yang khas.
Buah berukuran bulat kecil dengan kulit berwarna cokelat muda ini selalu menjadi buruan konsumen di berbagai pasar tradisional maupun modern.
Kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya sebagai camilan menyegarkan, tetapi juga menjadi bagian dari komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi.
Secara historis, tanaman kelengkeng diketahui berasal dari kawasan pegunungan yang membentang antara Asia Selatan dan Asia Tenggara, khususnya Tokoh Selatan dan Indocina. Seiring dengan berkembangnya jalur perdagangan antarbangsa pada ribuan tahun lalu, bibit tanaman ini mulai disebarkan ke berbagai wilayah tropis lainnya. Di Indonesia sendiri, kelengkeng diperkirakan masuk sejak ratusan tahun lalu dan kini berkembang pesat di daerah beriklim sedang hingga sejuk.
Sentra budidaya kelengkeng di Nusantara kini tersebar di beberapa kawasan dataran tinggi dan sedang, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian wilayah Sumatra. Para petani lokal mengembangkan berbagai varietas unggulan yang berproduksi tinggi dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Dukungan iklim Indonesia yang kaya akan sinar matahari sepanjang tahun menjadikan kualitas buah yang dihasilkan sangat bersaing dengan produk impor.
Dari sisi keanekaragaman hayati, kelengkeng berkerabat dekat dengan buah tropis populer lainnya seperti rambutan dan leci dalam famili Sapindaceae. Selain daging buahnya yang bening dan berair, kelengkeng juga menyimpan ragam nutrisi penting seperti vitamin C, zat besi, dan antioksidan. Dalam tradisi pengobatan tradisional Asia, buah ini sering dimanfaatkan untuk membantu menenangkan pikiran, menambah energi, serta menjaga daya tahan tubuh.
Proses pemanenan buah kelengkeng dilakukan secara hati-hati saat buah telah mencapai tingkat kematangan sempurna di tangkai pohon. Petani biasanya memotong dompolan buah menggunakan alat khusus guna mencegah kerusakan pada kulit dan daging buah.
Dengan teknik pascapanen yang tepat, kelengkeng dapat didistribusikan ke berbagai daerah dalam kondisi tetap segar, siap dinikmati oleh para pencinta kuliner buah di mana saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....