Petani Jalan Alson II Keluhkan Lahan Retak, Hasil Pertanian Tidak Maksimal
- 19 Sep 2026 12:36 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Musim kemarau yang melanda Kota Palangka Raya mulai berdampak terhadap sektor pertanian. Sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan hingga tanah retak, sehingga menyulitkan petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman.
Ketua Kelompok Tani Makmur Sembada Jalan Alson II, Basuki menjelaskan jumlah anggota kelompok 16 orang dengan luasan lahan 9 hektare, setengah hektarenya ditanami padi.
Kepada RRI Basuki mengatakan, kondisi lahan yang semakin kering menjadi salah satu kendala dalam aktivitas pertanian. Minimnya ketersediaan air membuat petani harus berupaya lebih keras untuk menjaga tanaman agar tetap tumbuh dan tidak mengalami gagal panen.
Menurutnya, kondisi tersebut terutama dirasakan ketika curah hujan rendah dalam waktu cukup panjang. Tanah di sejumlah lahan mulai retak dan sumber air untuk pengairan juga semakin terbatas.
Ia berharap pihak terkait dapat memberikan perhatian melalui bantuan sarana dan prasarana pengairan, seperti pompa air, jaringan irigasi maupun fasilitas penunjang lainnya.
"Posisi ini cuaca kemarauannya ekstrim. Itu tanahnya retak-retak. Saat kita mau mengairi air kemarin itu tidak mampu karena kita airi sehari itu justru yang airnya itu yang penuh di parit. Pembatas itu di pinggir itu yang penuh. Di sawahnya itu tidak bisa karena tanahnya pecah-pecah dan di musim kemarau ini karena padi itu perlu air, sehingga airnya kurang, otomatis ketahanan untuk padi itu rentan penyakit," ucapnya, Minggu 13 September 2026.
Sementara itu, Babinsa Kelurahan Bukit Tunggal, Sertu Suyatno, terus melakukan pembinaan kepada kelompok tani di wilayah binaannya, salah satunya berada di Jalan Alson II.
Pembinaan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat, khususnya para petani, dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Suyatno menjelaskan, pendampingan kepada kelompok tani dilakukan melalui komunikasi dan pemantauan langsung terhadap aktivitas pertanian. Selain membantu petani menghadapi berbagai kendala di lapangan, juga menjadi upaya mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kelompok tani memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan.
"Saya selaku pendamping pertanian yang ada di Kota Palangka Raya. Saat ini saya bersama Ketua Kelompok Tani Basuki yang mana ini salah satu petani padi yang ada. Saat ini kita mengalami kekurangan air, jadi padi terkena penyakit. Pak Basuki ini menanam padi sudah lama, bahkan yang dimakan oleh keluarganya hasil dari pertanian ini," ucapnya.
Babinsa Sertu Suyatno ini pun berharap para petani dapat terus mengembangkan lahan pertanian secara optimal, meskipun saat ini menghadapi tantangan musim kemarau dan keterbatasan ketersediaan air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....