BKSDA Kalteng Dorong Peran Masyarakat Ungkap Potensi Keanekaragaman Hayati
- 14 Sep 2026 19:37 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah terus mendorong partisipasi masyarakat melalui gerakan citizen science untuk menginventarisasi kekayaan keanekaragaman hayati di wilayah setempat. Sebagai provinsi terluas di Indonesia yang menyimpan setengah dari total tipe ekosistem nasional, potensi biodiversity di Kalimantan Tengah diperkirakan baru tereksplorasi sebagian kecil saja. Langkah pendataan ini menjadi krusial guna menyelamatkan berbagai spesies endemik dan langka dari ancaman kepunahan akibat kerusakan lingkungan maupun bencana kebakaran hutan.
BKSDA Kalimantan Tengah menilai bahwa keikutsertaan masyarakat dalam melakukan pengamatan, dokumentasi, hingga penelitian mandiri dapat membuka tabir keberadaan spesies-spesies baru yang belum teridentifikasi. Keterlibatan aktif publik sangat dibutuhkan untuk memacu kecepatan pendataan flora dan fauna sebelum keberadaan mereka terancam hilang. Pengumpulan data visual yang akurat dari lapangan menjadi fondasi utama dalam memperbarui basis data konservasi daerah.
Mantan Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang saat ini menjabat di BKSDA Kalteng, Andi Muhammad Kadhafi, menegaskan pentingnya mempercepat penemuan potensi hayati ini sebelum mengalami kepunahan.Menurutnya, pemahaman mengenai manfaat suatu spesies merupakan kunci utama agar masyarakat tergerak untuk ikut menjaga dan melestarikannya secara berkelanjutan.
"Tantangan kita, kita harus berpacu dengan waktu menemukannya sebelum dia punah, jangan sampai kita belum temuin sudah punah dia," ujar Andi.
Selain mendorong keterlibatan publik dalam pendataan spesies, pihak BKSDA Kalteng juga terus mengingatkan agar kegiatan pengamatan di lapangan tetap mematuhi etika penelitian dan aturan perlindungan kawasan konservasi. Masyarakat maupun peneliti imbau untuk tidak mengambil sampel flora dan fauna secara sembarangan yang justru berpotensi merusak habitat asli. Koordinasi serta kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP) menjadi syarat mutlak dalam menjalankan aktivitas konservasi.
Andi juga menyoroti pentingnya tata cara publikasi ilmiah agar penemuan spesies baru oleh peneliti lokal dapat diakui secara resmi dan tidak gugur secara hak cipta. Pembatasan penayangan awal di media sosial tersebut bertujuan untuk melindungi keaslian penemuan ilmiah serta menjaga hak kekayaan intelektual peneliti Indonesia.
"Selama belum ada jurnal ilmiahnya, kalau sudah diposting di media sosial atau dipaparkan di seminar, itu bisa gugur dan tidak akan diakui lagi sebagai new species," jelas Andi.
Di samping upaya pendataan biodiversitas, BKSDA Kalimantan Tengah saat ini juga tengah fokus melakukan pemetaan intensif terhadap habitat satwa prioritas seperti orangutan. Melalui pemodelan spasial masif yang memanfaatkan puluhan ribu titik sebaran, pihak balai berupaya menyusun panduan integrasi antara kepentingan pembangunan ekonomi dan pelestarian ekologi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ruang gerak satwa langka di tengah ancaman disintegrasi habitat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat melalui citizen science, Kalimantan Tengah optimistis dapat memperkuat basis data keanekaragaman hayatinya. Kerja sama terpadu ini diharapkan tidak hanya melindungi ekosistem gambut dan pegunungan yang rawan, tetapi juga menegaskan posisi Kalimantan Tengah sebagai benteng utama konservasi flora dan fauna di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....