Mengenal Keanekaragaman Jenis Cicak di Sekitar Kita

  • 14 Sep 2026 09:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Cicak merupakan salah satu reptil kecil dari familia Gekkonidae yang paling akrab dengan kehidupan manusia, terutama di daerah tropis dan subtropis.

Hewan nokturnal ini sering kali dijumpai merayap di dinding rumah untuk memangsa serangga kecil seperti nyamuk dan lalat. Meskipun tampak seragam pada pandangan pertama, dunia reptil ini ternyata menyimpan ragam spesies yang menarik, masing-masing dengan adaptasi unik terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Jenis yang paling umum dan sering kita temui di dalam ruangan adalah cicak rumah biasa (Hemidactylus frenatus). Reptil ini memiliki kemampuan luar biasa untuk memanjat permukaan vertikal yang licin berkat jutaan bulu mikroskopis berselaput yang disebut setae pada telapak kakinya. Selain memangsa serangga rumah, cicak jenis ini dikenal memiliki suara decitan khas dan sifat teritorial yang cukup kuat dalam mempertahankan wilayah jelajahnya di dalam bangunan manusia.

Berbeda dengan cicak rumah, cicak pohon atau cicak batu (Hemidactylus platyurus) lebih sering ditemukan di area luar ruangan, seperti batang pohon besar, bebatuan, atau dinding luar rumah yang berdekatan dengan kebun.

Spesies ini memiliki karakteristik fisik tubuh yang sedikit lebih pipih dengan warna kulit yang mampu melakukan kamuflase lebih baik terhadap latar belakang alami tempat ia bersembunyi guna menghindari ancaman predator seperti burung dan cicak yang lebih besar.

Di alam liar Indonesia, terdapat pula kelompok tokek yang masih berkerabat dekat dengan cicak namun memiliki ukuran tubuh jauh lebih besar dan corak warna yang mencolok.

Tokek rumah (Gekko gecko) dikenal karena suara seruannya yang lantang dan sering diasumsikan memiliki nilai mistis tertentu oleh masyarakat tradisional. Meskipun berukuran lebih besar, perilaku dasarnya tetap mirip dengan cicak, yakni membantu mengendalikan populasi hama serangga di sekitar pemukiman.

Kehadiran cicak di lingkungan hunian sebenarnya memberikan manfaat ekologis yang signifikan sebagai pengendali hayati populasi serangga pengganggu tanpa bantuan bahan kimia. Namun, kebersihan area sekitar tetap harus dijaga karena kotoran cicak dapat meninggalkan noda dan berpotensi membawa bakteri tertentu jika bersentuhan langsung dengan makanan manusia. Memahami karakteristik mereka membuat kita bisa hidup berdampingan secara harmonis dengan reptil penjelajah dinding ini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....