Lokakarya Wicara Publik Tingkatkan Literasi Masyarakat

  • 06 Sep 2026 00:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sebanyak 15 orang peserta terdiri dari pegiat literasi dan relawan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Prestasi Palangka Raya mengikuti lokakarya wicara publik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan literasi untuk meningkatkan kapasitas penggerak literasi. Kegiatan ini menjadi lokakarya ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan lokakarya menulis esai dan membacakan nyaring.

Lokakarya Wicara Publik kali ini mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri Melalui Seni Berbicara di Depan Publik”. Ketua Taman Baca Prestasi, Winarti, mengatakan kegiatan Lokakarya Wicara Publik dapat memberikan manfaat bagi para peserta, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri saat berbicara di depan publik.

Menurutnya, kemampuan komunikasi penting agar pesan mengenai literasi dapat disampaikan secara baik dan mudah diterima masyarakat. “Dengan adanya kegiatan yang kita laksanakan ini dapat bermanfaat untuk peningkatan kapasitas penggerak literasi,” katanya, Sabtu, 5 September 2026.

Winarti berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diaplikasikan dalam berbagai kesempatan, termasuk ketika mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi bagi diri sendiri maupun generasi sejak usia dini. Pada kesempatan tersebut Narasumber Lokakarya Wicara Publik, Nisa Rahimia, mengatakan kemampuan berbicara di depan publik atau public speaking dinilai penting dimiliki setiap orang, terutama dalam menyampaikan gagasan agar dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Untuk menguasainya, seseorang perlu mempersiapkan diri dengan memahami materi yang disampaikan, mengenali karakter audiens, serta membangun rasa percaya diri. Selain itu, penguasaan vokal dan kemampuan verbal juga menjadi bagian penting agar pesan dapat tersampaikan secara jelas dan efektif.

Dijelaskan Nisa, kemampuan public speaking juga dinilai relevan bagi generasi Z dan Alpha yang dikenal aktif menyampaikan pendapat atau speak up. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat perlu diarahkan agar tetap positif dan asertif.

Karena itu, generasi sebelumnya diharapkan turut mendampingi melalui berbagai kegiatan seperti workshop dan seminar. “Dengan latihan yang berkelanjutan, mereka diharapkan semakin percaya diri dan mampu menyampaikan gagasan secara tepat,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta Lokakarya Wicara Publik yang juga Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Yolanda, mengungkapkan ia mengaku mendapatkan pengalaman baru karena tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga langsung mempraktikkan kemampuan berbicara di depan peserta lainnya. Materi yang dinilai paling menarik adalah pentingnya mengenal audiens sebelum menyampaikan suatu informasi atau gagasan.

“Dalam lokakarya ini, peserta juga dibekali tiga tahapan penting dalam berbicara didepan publik, yakni melakukan persiapan, mengenali audiens, serta mempersiapkan materi dan diri dengan baik. Selain penguasaan materi, rasa percaya diri menjadi salah satu faktor penting agar komunikasi dapat berlangsung efektif,”ujarnya.

Yolanda mengajak generasi muda untuk tidak takut tampil di depan publik dan terus mengasah kemampuan komunikasi. Menurutnya, materi yang diperoleh tidak akan maksimal tanpa praktik secara langsung, sehingga latihan secara berulang dan membangun kepercayaan diri menjadi kunci utama untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik atau public speaking

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....