Kabut Asap akibat Karhutla, Aktivitas Ojol dan Pengguna Jalan Terganggu

  • 02 Sep 2026 20:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas warga yang harus tetap berada di luar ruangan. Salah satunya pengemudi ojek online yang tetap beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.

Salah satu pengemudi ojol, Yogi, mengatakan kabut asap yang cukup tebal mengganggu aktivitasnya saat bekerja. Jarak pandang yang terbatas, membuat dirinya harus lebih berhati-hati saat berkendara. Kondisi kabut asap, menurutnya, juga berdampak pada jumlah orderan yang diterima.

"Jarak pandang 100 sampai 200 meter tidak kelihatan lagi di depan karena asap tebal. Lumayan berpengaruh aktivitas karena takut keluar asapnya tebal. Orderan juga berkurang mungkin orang-orang juga malas keluar," katanya, Senin, 31 Agustus 2026.

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan oleh pengemudi ojol. Pengguna jalan lainnya juga harus menghadapi kondisi jarak pandang yang terbatas, dan bau asap yang menyengat selama perjalanan. Salah satu pengguna jalan, Siswanto, mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya lebih berhati-hati saat berkendara.

"Asapnya lumayan tebal. Jarak pandangnya sekitar 100 meter. Baunya sangat mengganggu. Kalau jarak pandang masih relatif aman, tapi baunya sampai bikin sesak di dada apalagi kalau lepas masker," katanya.

Kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas masyarakat mendorong pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. Pengendara diimbau menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diharapkan turut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan agar dampak kabut asap tidak semakin meluas. (Vina Rahmawati)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....