Salat Istiska Bersama, Upaya Kalteng Hadapi Karhutla

  • 23 Agt 2026 22:38 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI/Polri, ASN, serta organisasi masyarakat menggelar salat istiska berjamaah di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu, 23 Agustus 2026, pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memohon turunnya hujan untuk membantu mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Tengah.

Rektor UIN Palangka Raya, Ahmad Dakhoir, yang memberikan ceramah dalam kegiatan tersebut mengajak masyarakat untuk memperbanyak istigfar dan berdoa memohon kemudahan dalam menghadapi karhutla. Ia menilai, Pemerintah Provinsi telah melakukan berbagai upaya penanganan dengan baik dan sinergi antarpihak perlu terus diperkuat untuk menjaga lingkungan dari berbagai risiko bencana.

“Langkah cepat yang dilakukan Pak Gubernur sudah sangat bagus. Tinggal kemudian perlu komitmen bersama dengan teman-teman. Bahkan ada Pak Pangdam juga ikut turun, Pak Kapolda juga turun. Saya kira ini adalah komitmen yang penting dan ini menjadi kunci utama kesuksesan kita untuk menjaga lingkungan kita,” katanya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Sementara itu, salah satu masyarakat Palangka Raya yang mengikuti salat istiska, Hafiz Maulana Fikri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hal baik yang perlu dilakukan di tengah upaya teknis pemadaman karhutla. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat diterima dan hujan segera turun di bumi Tambun Bungai.

“Kegiatan pada pagi hari ini, istiska bersama dan doa bersama antara Pemprov Kalteng dan juga TNI, Polri, ASN, terutama masyarakat umum. Menurut saya suatu hal yang sangat baik karena ini salah satu bentuk ikhtiar kita, bukan hanya teknis, tapi ikhtiar kita secara rohani, mohon kepada Tuhan, kepada Allah SWT, agar diturunkan hujan,” katanya.

Pelaksanaan salat istiska menjadi bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi karhutla yang membutuhkan penanganan dari berbagai pihak. Selain doa dan pendekatan rohani, langkah pencegahan, pemadaman, serta koordinasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat tetap diperlukan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Kolaborasi dan komitmen bersama menjadi bagian penting dalam menjaga Kalimantan Tengah dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....