Kabut Asap Ancam Upaya Pengendalian TBC di Kalimantan Tengah
- 20 Agt 2026 17:20 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mengejar target eliminasi Tuberkulosis (TBC) nasional pada tahun 2030 menghadapi tantangan berat. Penanganan penyakit menular ini rentan terhambat akibat ancaman paparan kabut asap pekat serta rendahnya kepatuhan pasien dalam menyelesaikan masa pengobatan.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Yaisar Wawan, mengungkapkan bahwa bencana kabut asap musiman di wilayah Palangka Raya berpotensi memperburuk kondisi kesehatan penderita infeksi paru-paru secara langsung. Menurutnya, paparan partikel berbahaya dari asap karhutla berpengaruh langsung terhadap kondisi fisik penderita infeksi paru-paru.
"Jelas sangat ada dampaknya, karena kabut asap ini mengandung banyak partikel mikro yang jika terhirup langsung masuk ke organ pernapasan. Ketika penderita TBC menghirup udara tercemar ini, kondisinya akan semakin parah," ujar Yaisar dalam dialog interaktif di RRI Palangka Raya. Kamis, 20 Agustus 2026.
Selain faktor lingkungan, efektivitas penanggulangan TBC juga terkendala oleh disiplin penderita dalam mengonsumsi obat. Yaisar menyoroti kecenderungan pasien yang sering menghentikan terapi secara sepihak saat merasa kondisinya mulai membaik di pertengahan masa pengobatan.
Guna memutus rantai penularan di tingkat tapak, Dinas Kesehatan setempat kini mengoptimalkan peran kader desa. Para kader ditugaskan untuk melakukan upaya jemput bola serta memberikan pendampingan intensif bagi warga yang menunjukkan gejala batuk berulang lebih dari dua minggu.
Langkah pencegahan sejak dini juga terus digalakkan melalui pemberian imunisasi dasar lengkap bagi bayi dan anak-anak di seluruh fasilitas kesehatan terdekat. Upaya ini dinilai vital untuk membangun kekebalan tubuh masyarakat dari risiko penularan TBC sejak usia dini.
Melalui sinergi pemeriksaan kesehatan secara dini, penuntasan masa terapi obat, serta penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, penularan TBC di Kalimantan Tengah diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Yaisar mengimbau masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika menemukan gejala TBC pada lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....