Rasa Ingin Tahu Buka Jalan Gen-Z Jadi Peneliti
- 16 Agt 2026 19:47 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Rasa ingin tahu menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk terus belajar, menemukan hal baru, dan memahami berbagai persoalan di sekitarnya. Keingintahuan juga dapat mendorong seseorang untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi berani mencari tahu, bertanya, dan menemukan jawaban berdasarkan proses yang dilakukan. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Palangka Raya bersama Masrul Maulana, Duta Peneliti Muda Studi Kalimantan sekaligus Juara 1 Duta Peneliti Muda Studi Kalimantan, Jumat, 14 Agustus 2026. Mengangkat tema “Mengapa Rasa Ingin Tahu Lebih Berharga dari Nilai?”, obrolan tersebut mengajak generasi muda melihat proses belajar dari sudut pandang yang lebih luas.
Masrul Maulana mengatakan rasa ingin tahu dapat menjadi awal dari lahirnya sebuah penelitian dan berbagai penemuan. Menurutnya, seseorang yang memiliki rasa penasaran akan terdorong untuk mencari informasi lebih dalam daripada sekadar menerima jawaban yang sudah tersedia. “Rasa ingin tahu itu yang membuat kita mau bertanya dan mencari tahu lebih jauh, karena dari sebuah pertanyaan sederhana bisa muncul ide untuk melakukan penelitian,” ujarnya. Ia menilai proses tersebut jauh lebih penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan persoalan.
Menurut Masrul, nilai akademik memang tetap penting sebagai salah satu bentuk pencapaian dalam proses pendidikan, tetapi angka bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang dalam belajar. Kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengembangkan pengetahuan justru dapat menjadi bekal yang lebih panjang bagi generasi muda. “Nilai itu bisa menjadi hasil dari proses belajar, tetapi rasa ingin tahu membuat kita terus belajar meskipun tidak sedang mengejar nilai,” ujarnya. Dengan rasa ingin tahu, siswa juga dapat menemukan bidang yang benar-benar diminati dan mengembangkannya melalui pengalaman.
Dunia penelitian menjadi salah satu ruang yang dapat menyalurkan rasa ingin tahu generasi muda. Melalui penelitian, pertanyaan yang muncul tidak berhenti pada rasa penasaran, tetapi dapat dikembangkan menjadi proses mencari data, menguji informasi, dan menghasilkan pemahaman baru. Masrul mengatakan generasi muda perlu berani mengamati persoalan yang ada di lingkungan sekitar dan menjadikannya sebagai bahan untuk belajar. “Tidak harus langsung memikirkan sesuatu yang besar, kita bisa mulai dari masalah yang ada di sekitar kita, kemudian bertanya mengapa hal itu terjadi dan bagaimana mencari solusinya,” katanya.
Melalui obrolan tersebut, generasi muda diajak untuk tidak takut bertanya dan menjadikan rasa penasaran sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Rasa ingin tahu dapat membantu seseorang menjadi lebih aktif, kritis, dan terbuka terhadap pengetahuan baru, termasuk dalam menghadapi perkembangan informasi yang begitu cepat. Kehadiran Masrul sebagai Duta Peneliti Muda Studi Kalimantan juga menunjukkan bahwa dunia penelitian dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk berkarya sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan. Program Sore Ceria bersama Masrul Maulana disiarkan melalui YouTube RRI Palangka Raya Production serta aplikasi RRI Digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....