Tak Hanya Karhutla, Kebakaran di Kalteng Terjadi di Perumahan dan Perkantoran
- 15 Agt 2026 14:20 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Musim kemarau di Kalimantan Tengah tahun ini tidak hanya diwarnai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga kebakaran permukiman dan perkantoran milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan pantauan RRI, sedikitnya tujuh kejadian kebakaran terjadi dalam sepekan terakhir di wilayah Kota Palangka Raya.
Salah satu kebakaran terjadi di kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan RTA Milono Kilometer 1, Kota Palangka Raya, Rabu, 12 Agustus 2026, dini hari. Api menghanguskan puluhan ruangan Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan upaya pemadaman secara intensif.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah fasilitas dan ruangan di Gedung Biro Kesra mengalami kerusakan. Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Ketua Umum Aliansi Dayak Bersatu, Megawati Asmin, mengaku prihatin dengan maraknya kebakaran di Kota Palangka Raya yang tidak hanya terjadi pada lahan dan hutan, tetapi juga permukiman serta perkantoran. "Kebakaran ini tentu berdampak terhadap masyarakat, mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, serta mengancam keselamatan jiwa dan menimbulkan kerugian material," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan masyarakat di sejumlah kawasan permukiman telah melakukan antisipasi dengan menyediakan sumber air melalui sumur bor. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman.
"BPBD Kota Palangka Raya juga terus mengedukasi masyarakat untuk mengaktifkan Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam mengantisipasi potensi kebakaran," katanya. BPBD juga rutin memberikan pelatihan penggunaan sarana dan prasarana pemadam, seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran yang ditempatkan melalui RT di setiap kelurahan.
Hingga kini, penyebab pasti sejumlah kebakaran serta total kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemerintah daerah terkait juga terus melakukan pendataan kerusakan dan menyiapkan langkah penanganan agar pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....