HKAN 2026, TN Sebangau Ikuti Penanaman Serentak Demi Pemulihan Ekosistem
- 13 Agt 2026 21:03 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Palangka Raya diisi dengan aksi penanaman serentak untuk mendukung pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Sebangau. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah, pengelola kawasan konservasi, mitra, masyarakat, hingga generasi muda.
Sebanyak 100 bibit pohon Belangeran, Pulai, dan Jambu-jambu ditanam bersama sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem. Upaya pemulihan ekosistem di Taman Nasional Sebangau sendiri telah dilakukan melalui berbagai kegiatan penanaman dan kerja sama dengan sejumlah pihak.
Kepala Balai Taman Nasional Sebangau, Ruswanto, menyebut luas area yang telah dilakukan penanaman mencapai lebih dari 600 hektare.
"Jadi total tahun ini Taman Nasional Sebangau meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau, kita ada total 8 penanaman di lahan 650 hektare. Dari berbagai jenis yang asli kawasan sudah kita tanam dan ini akan lanjut lagi," ucapnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam kegiatan kali ini, dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya dan Wakil Wali Kota turut memperkuat kolaborasi dalam upaya pemulihan ekosistem. Penanaman ini juga menjadi bagian dari gerakan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
Melalui video conference, berbagai kawasan konservasi mengikuti rangkaian penanaman nasional tersebut. Taman Nasional Sebangau menjadi salah satu dari tujuh perwakilan yang mendapatkan kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan dukungan terhadap kegiatan penanaman dan upaya pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Sebangau. Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengharapkan kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut melalui aksi nyata menjaga dan merawat lingkungan.
"Kenapa penting kegiatan pemulihan ekosistem, seperti kita ketahui bersama bahwa sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya tidak terkecuali juga Taman Nasional Sebangau sebagai besar adalah gambut. Gambut ini harus dijaga agar dapat menyimpan air, sehingga ancaman kebakaran hutan yang ada di Kalimantan Tengah bisa kita cegah," ujar Achmad Zaini.
Momentum HKAN 2026 menjadi pengingat bahwa pemulihan ekosistem membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, pengelola kawasan konservasi, mitra, masyarakat, dan generasi muda memiliki peran untuk memastikan alam tetap terjaga.
Dari Taman Nasional Sebangau, semangat konservasi terus digaungkan. Bukan hanya menanam, tetapi juga merawat dan menjaga, demi ekosistem yang lestari dan kehidupan generasi mendatang. (Amin Nudin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....