Hari Ulang Tahun Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Ketahui Sejarahnya

  • 13 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap 13 Agustus, Indonesia memperingati hari lahir Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI), yang menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi dan negara hukum setelah Reformasi 1998. Pada 13 Agustus 2026, MKRI genap berusia 23 tahun sejak resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi.

Dilansir dari laman Unesa.ac.id, kelahiran MKRI tidak dapat dipisahkan dari gelombang Reformasi 1998 yang membawa perubahan mendasar terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia. Gagasan pembentukan Mahkamah Konstitusi memperoleh landasan konstitusional melalui Perubahan Ketiga UUD 1945 pada 2001, khususnya Pasal 24C, sebelum kemudian diwujudkan melalui pembentukan MKRI dua tahun setelahnya.

Tanggal 13 Agustus 2003 menjadi tonggak penting karena menandai hadirnya mekanisme baru dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Konstitusi tidak lagi hanya dipahami sebagai teks dasar negara, tetapi juga sebagai norma yang dapat diuji dan ditegakkan melalui institusi peradilan konstitusional, dengan Indonesia tercatat sebagai negara ke-78 yang membentuk Mahkamah Konstitusi dan negara pertama di dunia yang membentuknya pada abad ke-21.

Dalam perjalanan ketatanegaraan, MKRI memiliki posisi strategis dalam menjaga konstitusi dan memastikan penyelenggaraan negara berjalan sesuai UUD 1945. Kewenangannya meliputi pengujian undang-undang terhadap UUD 1945, penyelesaian sengketa kewenangan lembaga negara, pembubaran partai politik, serta penyelesaian perselisihan hasil pemilu.

Selain itu, MK juga berkewajiban memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Berbagai kewenangan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan MKRI memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga prinsip demokrasi, konstitusionalisme, dan negara hukum di Indonesia.

Peringatan hari ulang tahun MKRI juga menjadi momentum untuk memahami sejarah lembaga tersebut secara lebih kritis, terutama di lingkungan perguruan tinggi. Pendidikan sejarah dapat membantu generasi muda memahami latar belakang lahirnya MKRI, perubahan konstitusi, serta hubungan antara sejarah, hukum, politik, dan kehidupan kewarganegaraan.

Pada akhirnya, memperingati hari lahir MKRI bukan sekadar mengenang usia sebuah lembaga negara, tetapi juga merawat ingatan mengenai perjalanan reformasi dan demokrasi Indonesia. Kekuatan konstitusi tidak hanya bergantung pada lembaga negara, melainkan juga pada warga negara yang memahami sejarah serta memiliki tanggung jawab untuk mengawal nilai-nilai konstitusional dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....