Waspadai Sejumlah Bunga Hias, Ternyata Ada yang Beracun
- 31 Jul 2026 23:30 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO,ID, Palangka Raya - Bunga dikenal karena keindahan warna dan keharumannya. Namun, tidak semua bunga aman untuk disentuh atau dicium dari jarak dekat. Beberapa jenis bunga mengandung senyawa beracun yang dapat memicu gangguan kesehatan, terutama jika serbuk sari, getah, atau aroma pekatnya terhirup oleh orang yang sensitif.
Salah satu bunga yang perlu diwaspadai adalah oleander (Nerium oleander). Seluruh bagian tanaman ini mengandung racun glikosida jantung yang sangat berbahaya. Meski aroma bunganya tidak selalu menyebabkan keracunan hanya karena dicium, kontak dengan getah atau tertelannya bagian tanaman dapat mengakibatkan mual, muntah, gangguan irama jantung, bahkan berisiko mengancam nyawa.
Bunga lili (Lilium spp.) juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Serbuk sarinya dapat menyebabkan bersin, mata berair, hingga sesak napas pada individu yang memiliki alergi terhadap serbuk bunga. Oleh karena itu, penderita asma atau alergi disarankan tidak mencium bunga lili dari jarak terlalu dekat.
Jenis lain yang perlu mendapat perhatian adalah angel's trumpet (Brugmansia). Tanaman ini memiliki bunga berbentuk terompet yang indah, tetapi mengandung alkaloid beracun seperti skopolamin dan atropin. Menghirup aromanya dalam waktu lama di ruang tertutup atau mengonsumsi bagian tanamannya dapat menyebabkan pusing, halusinasi, gangguan kesadaran, hingga keracunan serius.
Selain itu, eceng gondok air dan beberapa tanaman hias berbunga lainnya dapat membawa jamur atau serbuk sari yang memicu alergi pada orang tertentu. Meski bukan karena racunnya, paparan serbuk sari dalam jumlah banyak tetap dapat menimbulkan iritasi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.
Para ahli mengingatkan bahwa anggapan seseorang bisa langsung keracunan hanya karena mencium bunga umumnya tidak benar. Pada kebanyakan kasus, efek yang muncul lebih sering berupa reaksi alergi atau iritasi akibat serbuk sari maupun aroma yang sangat kuat. Keracunan berat biasanya terjadi apabila bagian tanaman beracun tertelan atau getahnya masuk ke dalam tubuh melalui luka atau mata.
Masyarakat disarankan mengenali jenis tanaman hias yang ditanam di rumah maupun lingkungan sekitar. Hindari membiarkan anak-anak bermain dengan tanaman yang belum diketahui tingkat keamanannya, gunakan sarung tangan saat memangkas tanaman beracun, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala seperti sesak napas, pusing, mual, atau iritasi setelah kontak dengan tanaman berbunga yang diduga beracun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....