Bahaya Sinar UV Kaca Mobil, Pemicu Penuaan Dini
- 31 Jul 2026 20:50 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Banyak pengemudi merasa terlindungi dari bahaya paparan sinar matahari saat berada di dalam kabin mobil yang tertutup, padahal radiasi sinar ultraviolet (UV) khususnya UVA tetap dapat menembus kaca kendaraan secara signifikan.
Kaca mobil standar umumnya hanya mampu memblokir sinar UVB (penyebab kulit terbakar atau sunburn), tetapi meloloskan sinar UVA yang memiliki panjang gelombang lebih tinggi.
Sinar UVA ini meresap hingga ke lapisan kulit terdalam (dermis), memicu kerusakan kolagen, penuaan dini (photoaging), kemunculan flek hitam (sunspots), hingga meningkatkan risiko kanker kulit dalam jangka panjang.
| Baca juga: Penyebab Sakit Kepala yang Sering di Abaikan |
Masalah kesehatan kulit ini paling rentan dialami oleh mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di jalan raya, seperti pengemudi harian, pekerja komuter, pengemudi transportasi umum, hingga wisatawan yang sering melakukan perjalanan jauh (road trip).
Fenomena ini kerap kali tidak disadari karena efek kerusakan akibat sinar UVA tidak langsung menimbulkan rasa perih atau kemerahan seperti paparan sinar UVB. Akibatnya, kelompok pengemudi harian ini sering membiarkan kulit mereka terpapar radiasi ultraviolet tanpa perlindungan yang memadai.
Kerusakan kulit akibat radiasi ini biasanya berpusat pada sisi tubuh yang berada paling dekat dengan jendela atau kaca samping kendaraan. Pada posisi kemudi di Indonesia, lengan kanan, pipi kanan, serta area leher sebelah kanan menjadi titik yang paling sering terpapar sinar matahari langsung.
Dalam istilah medis, kondisi penuaan asimetris ini sering terlihat jelas ketika kulit pada satu sisi wajah atau lengan tampak memiliki lebih banyak kerutan dan flek hitam dibandingkan sisi lainnya.
Ancaman kerusakan kulit ini berlangsung terus-menerus setiap kali kamu berkendara di siang hari, terutama pada jam-jam dengan indeks UV tinggi antara pukul 10.00 pagi hingga 16.00 sore. Bahkan saat cuaca mendung atau berawan sekalipun, hingga 80% sinar UVA tetap dapat menembus awan dan kaca mobil.
Mengabaikan perlindungan kulit selama berkendara secara berulang dalam hitungan bulan hingga tahunan akan mempercepat penuaan struktur kulit secara permanen.
| Baca juga: Kenali Tanda Datangnya Angin Puting Beliung |
Alasan utama mengapa radiasi ini sangat berbahaya adalah karena sinar UVA merusak serat elastin dan sel-sel DNA kulit secara perlahan tanpa memberikan sinyal peringatan awal berupa rasa panas yang membakar.
Untuk mencegah dampak buruk ini dan menjaga kulit tetap sehat selama berkendara, kamu dapat menerapkan dua langkah perlindungan utama. Pertama, pasang kaca film berkualitas tinggi dengan kemampuan memblokir sinar UV (UV rejection) hingga 99%.
Kedua, selalu gunakan pelembab atau sunscreen minimal SPF 30 dan PA+++ pada area wajah, leher, serta lengan sebelum mulai mengemudi, dan oleskan ulang (reapply) jika melakukan perjalanan jauh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....