Diet Telur dan Ubi, Kombinasi Sederhana yang Bantu Turunkan Berat Badan

  • 31 Jul 2026 21:52 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Diet sehat tidak selalu harus mahal atau rumit. Salah satu pola makan yang banyak diterapkan adalah mengombinasikan telur dan ubi sebagai menu utama. Kedua bahan makanan ini dikenal kaya nutrisi, mengenyangkan, serta dapat membantu mengontrol asupan kalori apabila dikonsumsi dalam porsi yang seimbang dan disertai pola hidup aktif.

Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung sembilan asam amino esensial. Kandungan protein tersebut membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan berlebihan. Selain itu, telur juga mengandung vitamin D, vitamin B12, kolin, serta mineral penting yang mendukung fungsi otak dan metabolisme tubuh.

Sementara itu, ubi menjadi sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat, vitamin A, vitamin C, kalium, dan antioksidan, terutama pada ubi berwarna oranye dan ungu. Serat yang tinggi membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat sehingga kadar gula darah lebih stabil dan rasa lapar tidak cepat datang. Ubi juga memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa sumber karbohidrat olahan.

Kombinasi telur dan ubi dinilai mampu memenuhi kebutuhan protein dan energi secara seimbang. Protein dari telur membantu mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan, sedangkan karbohidrat kompleks dari ubi menyediakan energi untuk beraktivitas tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Menu ini juga mudah diolah, mulai dari telur rebus dan ubi kukus hingga olahan panggang tanpa tambahan minyak berlebih.

Meski demikian, diet telur dan ubi bukan berarti hanya mengonsumsi dua jenis makanan tersebut setiap hari. Tubuh tetap membutuhkan asupan sayuran, buah-buahan, lemak sehat, dan cairan yang cukup agar kebutuhan vitamin, mineral, serta serat terpenuhi. Pola makan yang terlalu monoton dalam jangka panjang justru berisiko menyebabkan kekurangan zat gizi tertentu.

Para ahli gizi juga mengingatkan bahwa keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan, tetapi juga oleh total kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan konsistensi menjalankan gaya hidup sehat. Mengatur porsi makan, menghindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh, serta rutin berolahraga akan memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis diet.

Dengan kandungan protein tinggi dari telur dan serat melimpah dari ubi, kombinasi keduanya dapat menjadi pilihan menu sehat bagi masyarakat yang ingin menjaga atau menurunkan berat badan. Namun, sebelum menjalani pola makan tertentu, terutama bagi penderita diabetes, penyakit ginjal, atau kondisi kesehatan lainnya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar diet yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....