Terasi, Bumbu Tradisional Sumber Protein

  • 28 Jul 2026 11:23 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Terasi merupakan salah satu bumbu khas Nusantara yang telah lama menjadi bagian penting dalam berbagai masakan Indonesia. Terbuat dari hasil fermentasi udang kecil atau ikan yang dicampur garam, terasi dikenal mampu memberikan cita rasa gurih atau umami yang khas.

Selain memperkaya rasa makanan, terasi juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Salah satu manfaat terasi adalah sebagai sumber protein.

Karena berasal dari udang atau ikan, terasi mengandung protein yang berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Meski kandungan proteinnya tidak sebanyak ikan segar, terasi tetap dapat menjadi tambahan asupan protein dalam menu sehari-hari.

Terasi juga mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium, fosfor, zat besi, dan magnesium. Kalsium serta fosfor membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, sementara zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga dapat membantu mencegah anemia jika diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang.

Selain itu, proses fermentasi pada terasi menghasilkan senyawa yang dapat mendukung kesehatan pencernaan. Fermentasi memungkinkan terbentuknya bakteri baik dan berbagai zat hasil fermentasi yang berpotensi membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di saluran cerna.

Namun, manfaat ini tetap bergantung pada kualitas proses pembuatan dan kebersihan produk. Terasi juga dikenal mampu meningkatkan nafsu makan. Aroma dan rasa gurih yang kuat membuat berbagai hidangan, seperti sambal, sayur, atau tumisan, menjadi lebih nikmat. Penambahan terasi dalam masakan sering kali membantu meningkatkan selera makan, terutama bagi orang yang sedang mengalami penurunan nafsu makan.

Meski memiliki berbagai manfaat, konsumsi terasi tetap perlu dibatasi karena umumnya mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular, terutama bagi penderita hipertensi atau mereka yang menjalani diet rendah garam. Oleh karena itu, penggunaan terasi sebaiknya secukupnya sebagai penyedap rasa, bukan sebagai bahan utama.

Dengan kandungan protein, mineral, serta cita rasa yang khas, terasi dapat menjadi pelengkap makanan yang bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi secara bijak. Memilih terasi yang diproduksi secara higienis, tidak mengandung bahan tambahan berbahaya, serta mengimbanginya dengan pola makan sehat akan membantu masyarakat memperoleh manfaat optimal dari bumbu tradisional yang telah menjadi warisan kuliner Indonesia ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....