EDC pada Parfum Bukan Sekadar Singkatan, Ini Artinya

  • 26 Jul 2026 05:14 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Saat memilih pewangi tubuh, masyarakat mungkin pernah menemukan tulisan EDC di samping istilah EDT dan EDP pada kemasan produk. Ketiga istilah tersebut digunakan untuk membedakan jenis pewangi berdasarkan kadar konsentrasi minyak harum yang terkandung di dalamnya.

Singkatan EDC merujuk pada Eau de Cologne yang dikenal memiliki konsentrasi minyak pewangi paling rendah dibandingkan jenis lainnya. Formulasi ini menghasilkan karakter aroma yang terasa sangat ringan, lembut, serta memberikan sensasi kesegaran instan saat pertama kali disemprotkan.

Secara historis, Eau de Cologne pertama kali diciptakan oleh pembuat parfum asal Italia, Johann Maria Farina, di Kota Köln, Jerman, pada tahun 1709. Berdasarkan kajian sejarah budaya dan industri wewangian oleh Stamelman (Journal of European Studies, 2006), formula racikan minyak sitrus segar ini awalnya diciptakan untuk mereplikasi aroma pagi hari di tanah kelahirannya sebelum populer di kalangan kerajaan Eropa.

Karakter aromanya yang kasual membuat jenis EDC sangat ideal digunakan untuk menunjang aktivitas harian ringan. Varian ini juga kerap menjadi pilihan utama pada cuaca panas karena mampu memberikan efek kesegaran yang menyejukkan tanpa memicu aroma menyengat.

Meskipun kadar minyak konsentratnya relatif rendah, lama daya tahan aroma EDC di tubuh tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Kelembapan kulit, suhu udara sekitar, hingga teknik penyemprotan sangat memengaruhi berapa lama keharuman tersebut dapat bertahan.

Kehadiran kode EDC pada label produk dasarnya bukan sekadar penanda merek atau pelengkap informasi belaka. Petunjuk praktis ini membantu konsumen memahami karakter pewangi sehingga dapat memilih varian yang paling sesuai dengan kebutuhan serta preferensi harian mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....