Pemanfaatan Teknologi Mendorong Masyarakat Mengembangkan Diri di Era Digital

  • 24 Jul 2026 22:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya — Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di era digital harus diimbangi dengan kemampuan manusia dalam berpikir kritis dan memahami batas penggunaannya. Hal tersebut dibahas dalam dialog Zona Edukasi bertajuk “Upgrade Diri di Era Digital, Jangan Sampai Tergantikan Teknologi” yang disiarkan RRI Palangka Raya pada Kamis, 23 Juli 2026

Pembatasan penggunaan teknologi di lingkungan sekolah menjadi salah satu pembahasan dalam dialog tersebut. Kebijakan itu diterapkan agar penggunaan telepon pintar dan AI tetap mendukung proses pembelajaran serta tidak mengganggu fokus peserta didik.

Satgas PPA Prov Kalteng, Widiya Kumala yang menjadi narasumber dalam dialog tersebut menyampaikan bahwa penggunaan perangkat digital oleh siswa perlu dikendalikan karena sebagian telah memanfaatkan teknologi di luar kebutuhan belajar.

“Kenapa di sekolah sekarang menggunakan pembatasan? Karena kadang mereka sudah kebablasan menggunakan tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk bermain gim,” ujarnya.

Sementara itu, Jadmiko Wicaksono, S.T., M.M., broadcaster sekaligus content creator, menyampaikan bahwa masyarakat perlu memiliki pemahaman yang tepat dalam menggunakan teknologi agar tidak kehilangan peran manusia di tengah perkembangan AI. Ia menyebut fenomena “OCB” atau “Orang Canggih Baru” sebagai kondisi ketika seseorang baru mengenal teknologi canggih, tetapi belum memahami batas pemanfaatannya.

“Kadang adaptasinya berdasarkan rasa. Jadi tidak pakai ukuran bagaimana memanfaatkan teknologi sampai lupa waktu dan segala macamnya,” kata Jadmiko menambahkan.

Menurut Jadmiko, pengguna AI harus mampu menentukan kapan teknologi tersebut digunakan agar dapat membantu meningkatkan produktivitas tanpa menggantikan kemampuan manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Ia juga mengingatkan bahwa informasi yang diberikan AI tetap perlu diperiksa kebenarannya karena tidak seluruh sumber digital dapat dipastikan valid. “Semua yang disuguhkan artificial intelligence itu adalah sumber-sumber yang didapat dari media internet digital yang belum tentu juga valid,” ujarnya.

Melalui dialog tersebut, masyarakat, khususnya peserta didik, diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dengan tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan nilai-nilai kemanusiaan agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....