Sebanyak 66 Kejadian Karhutla Terjadi di Kota Palangka Raya sejak Juni 2026

  • 23 Jul 2026 09:19 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 66 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah tersebut sejak 1 Juni hingga 22 Juli 2026. Dari puluhan kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 21,37 hektare, dengan sebaran terbesar berada di Kecamatan Jekan Raya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan selain Kecamatan Jekan Raya, kejadian karhutla juga terjadi di Kecamatan Pahandut, Sebangau, dan Bukit Batu. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit hingga kini masih nihil laporan kejadian karhutla.

Menurut Heri, tingginya intensitas kejadian di wilayah perkotaan mulai memicu munculnya kabut asap tipis yang dirasakan masyarakat, terutama pada pagi hari. Meski demikian, BPBD bersama unsur gabungan terus berupaya melakukan penanganan dan pemadaman di lapangan.

"Untuk Rakumpit masih nol, belum ada laporan sampai sekarang. Tapi sudah ada terlihat atau tercium bau asap nih, Bang, ya? Iya. Karena memang di Jekan dan Pahandut karena wilayah perkotaan, jadi kalau pagi hari ya biasa agak kerasa ya, bau-bau asap sudah," ujar Heri Fauzi di RRI Palangka Raya, Rabu, 22 Juli 2026.

Dalam upaya penanganan karhutla, peran aktif masyarakat di tingkat akar rumput menjadi salah satu garda terdepan dalam mendukung pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui kesiapsiagaan unsur Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) yang sigap merespons kemunculan titik api berskala kecil, baik di lingkungan permukiman maupun di area pinggir jalan.

Ketua Kaltana, Iyul, mengatakan para anggota di lapangan selalu berupaya bergerak cepat melakukan pemadaman awal meskipun harus mengandalkan personel yang terbatas di tengah kesibukan pekerjaan masing-masing. Langkah tanggap darurat tersebut dilakukan secara sinergis bersama tim gabungan guna mencegah meluasnya kebakaran.

"Kami sebagai anggota Kaltana ya, Kelurahan Tangguh Bencana, jika ada titik api, ini titik api yang kecil, nah terutama yang kayak pinggir jalan ya kemarin ya, kita ke sana walaupun personel kita ada yang kerja juga jauh, memakai personel yang seadanya. Nah, dan juga dibantu dengan teman-teman BPBD juga untuk memadamkan," ujar Iyul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....