Bahaya Ban Gundul Mengintai Pengendara
- 23 Jul 2026 08:14 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Warga diimbau untuk lebih memprioritaskan keselamatan diri dibanding sekadar takut ditilang akibat mengendarai kendaraan berban gundul. Kebanyakan pengendara baru mengganti ban saat ada penertiban atau takut terkena sanksi denda dari petugas. Padahal, kepolisian dan pakar keselamatan menegaskan bahwa risiko kecelakaan fatal jauh lebih berbahaya dibanding nilai denda tilang.
Para ahli menjelaskan bahwa ban yang sudah aus atau gundul kehilangan daya cengkeram (grip) secara drastis pada permukaan aspal. Kondisi ini sangat berbahaya saat melintasi jalanan basah atau licin karena memicu fenomena aquaplaning, yaitu kondisi di mana ban mengapung di atas air. Alhasil, kendaraan menjadi tidak bisa dikendalikan, sukar direm, dan rawan tergelincir hingga memicu tabrakan beruntun.
Selain berisiko tinggi memicu kecelakaan, ban yang tipis juga sangat rentan mengalami pecah ban secara mendadak saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Gesekan panas antara karet yang sudah tipis dengan aspal jalanan dapat meledakkan ban dalam hitungan detik.
Situasi ini sering kali menjadi penyebab utama kendaraan beroda dua maupun empat hilang kendali secara tiba-tiba di jalan raya. Petugas mengimbau pengendara untuk rutin memeriksa indikator kehausan ban (Tread Wear Indicator/TWI) yang ada di sela alur karet.
Jika posisi karet sudah sejajar dengan tanda TWI, maka ban wajib segera diganti tanpa perlu menunggu penindakan dari petugas. Pengendara juga diminta rajin mengecek tekanan angin agar keausan telapak ban dapat merata dan tidak membahayakan.
Edukasi keselamatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar patuh aturan menjadi sadar akan pentingnya keselamatan jiwa. Mengganti ban aus bukanlah bentuk pemborosan, melainkan investasi perlindungan diri dan pengguna jalan lainnya. Dengan kondisi kendaraan yang prima, risiko kecelakaan fatal di jalan raya dapat ditekan secara maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....