Mengenal APAR dari Fungsi, Jenis, dan Cara Mengoperasikannya
- 19 Jul 2026 05:38 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan perangkat keselamatan yang dirancang untuk memadamkan api pada tahap awal sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Keberadaan APAR kini menjadi kebutuhan penting di berbagai tempat, mulai dari perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, kawasan industri, hingga hunian pribadi.
Dengan penanganan yang cepat menggunakan APAR, risiko kerugian akibat kebakaran dapat ditekan sekaligus memberikan waktu bagi penghuni untuk melakukan evakuasi dengan aman.
Secara umum, APAR bekerja dengan cara memutus salah satu unsur pembentuk api, yaitu panas, oksigen, atau bahan bakar. Karena setiap jenis kebakaran memiliki karakteristik berbeda, APAR juga tersedia dalam beberapa jenis media pemadam.
Di antaranya adalah dry chemical powder yang cocok untuk kebakaran kelas A, B, dan C, APAR carbon dioxide (CO₂) yang efektif untuk kebakaran akibat peralatan listrik, APAR foam untuk kebakaran cairan mudah terbakar, serta APAR berbahan water yang digunakan pada kebakaran material padat seperti kayu, kertas, dan kain.
Memahami fungsi APAR menjadi hal yang sangat penting bagi setiap orang. Selain sebagai alat untuk memadamkan api, APAR juga berfungsi mencegah api menyebar ke area lain sehingga potensi korban jiwa maupun kerusakan aset dapat diminimalkan.
Dalam situasi darurat, penggunaan APAR yang tepat bahkan dapat menjadi langkah awal penyelamatan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Namun demikian, penggunaan APAR tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pengguna harus memastikan bahwa ukuran api masih relatif kecil dan jalur evakuasi tetap tersedia. Jika api sudah membesar, menghasilkan asap pekat, atau membahayakan keselamatan, tindakan yang lebih tepat adalah segera meninggalkan lokasi, menghubungi petugas pemadam kebakaran, dan mengutamakan keselamatan diri serta orang lain.
Cara mengoperasikan APAR cukup mudah dipahami melalui metode PASS, yang merupakan singkatan dari Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Langkah pertama adalah menarik pin pengaman (Pull) agar APAR siap digunakan. Selanjutnya arahkan ujung selang atau nosel ke pangkal api (Aim), bukan ke bagian atas kobaran. Setelah itu tekan tuas (Squeeze) untuk mengeluarkan media pemadam, lalu sapukan semprotan dari sisi kiri ke kanan secara perlahan (Sweep) hingga api benar-benar padam.
Selain memahami cara penggunaan, pemeriksaan rutin terhadap kondisi APAR juga tidak boleh diabaikan. Pastikan indikator tekanan berada pada posisi normal, segel pengaman masih utuh, tabung tidak mengalami karat atau kerusakan fisik, serta masa berlaku media pemadam belum habis. Perawatan berkala akan memastikan APAR dapat berfungsi secara optimal ketika terjadi keadaan darurat.
Pada akhirnya, APAR bukan sekadar perlengkapan yang dipasang untuk memenuhi standar keselamatan, melainkan investasi penting dalam upaya perlindungan jiwa dan aset. Pengetahuan mengenai jenis APAR, fungsi, serta cara mengoperasikannya perlu dimiliki oleh seluruh masyarakat.
Dengan kesiapsiagaan dan kemampuan menggunakan APAR secara benar, risiko kebakaran dapat dikendalikan sejak dini sehingga dampak yang ditimbulkan menjadi jauh lebih kecil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....