Hari Populasi Sedunia, Dorong Harapan Generasi Muda Demi Masa Depan Berkelanjutan

  • 12 Jul 2026 23:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Populasi Sedunia diperingati setiap 11 Juli sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap berbagai isu kependudukan yang memengaruhi pembangunan berkelanjutan. Dilansir dari laman United Nation, pada tahun 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat tema “Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Kaum Muda, Hari Ini dan Masa Depan” yang menekankan pentingnya mendengarkan suara generasi muda.

Tema tersebut didasarkan pada hasil survei global yang melibatkan lebih dari 108.000 responden berusia 18 hingga 39 tahun di 73 negara. Survei ini menggambarkan pandangan kaum muda mengenai hubungan, keluarga, serta berbagai tantangan yang memengaruhi keputusan mereka untuk membangun kehidupan dan menjadi orang tua.

PBB menegaskan bahwa kaum muda merupakan kekuatan penting yang membawa energi, kreativitas, dan inovasi bagi kemajuan masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu memberikan ruang bagi mereka untuk mewujudkan cita-cita melalui akses yang lebih baik terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, dan kesempatan yang setara.

Perubahan demografi dunia saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penurunan tingkat kelahiran di banyak negara, meningkatnya harapan hidup, urbanisasi, dan migrasi. Perubahan tersebut berdampak pada pembangunan ekonomi, perlindungan sosial, penyediaan layanan publik, serta kebutuhan akan kebijakan yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Laporan PBB juga menunjukkan bahwa banyak anak muda menghadapi hambatan ekonomi dan perumahan ketika ingin membangun keluarga. Di sisi lain, sebagian besar tetap memiliki harapan untuk menjalin hubungan yang stabil dan membentuk keluarga sesuai dengan pilihan mereka sendiri.

Hari Populasi Sedunia turut mengingatkan pentingnya menjaga hak setiap individu dalam menentukan pilihan terkait kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Menurut Dana Kependudukan PBB (UNFPA), tantangan utama bukan sekadar jumlah penduduk, melainkan memastikan setiap orang memiliki kebebasan untuk membuat keputusan mengenai masa depannya.

Melalui peringatan ini, PBB mengajak seluruh negara memperkuat kebijakan yang berpihak pada generasi muda sekaligus memperhatikan dinamika kependudukan secara berkelanjutan. Dengan memberikan kesempatan yang adil dan perlindungan terhadap hak-hak setiap individu, dunia dapat membangun masa depan yang lebih inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan bagi semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....