Setiap tanggal 20 Juli, Masyarakat Dunia Memperingati Hari Catur Sedunia
- 12 Jul 2026 21:00 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap tanggal 20 Juli, masyarakat dunia memperingati Hari Catur Sedunia (World Chess Day), sebuah momentum internasional untuk mengapresiasi permainan catur sebagai olahraga intelektual yang mampu melatih kemampuan berpikir strategis, konsentrasi, serta pengambilan keputusan.
Peringatan ini ditetapkan untuk mengenang berdirinya Federasi Catur Internasional (FIDE) pada 20 Juli 1924 di Paris, Prancis. Sejak 2019, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengakui Hari Catur Sedunia sebagai hari peringatan internasional.
Catur dikenal sebagai salah satu permainan tertua di dunia yang tidak hanya mengandalkan kecerdasan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, sportivitas, disiplin, dan kemampuan menyusun strategi.
Permainan dengan 64 petak ini telah berkembang menjadi olahraga kompetitif yang digemari jutaan orang di berbagai negara, mulai dari tingkat pelajar hingga grandmaster profesional.
Peringatan Hari Catur Sedunia biasanya diramaikan dengan berbagai kegiatan, seperti turnamen, pelatihan, pertandingan persahabatan, seminar, hingga kampanye edukasi yang bertujuan memperkenalkan manfaat catur kepada masyarakat luas. FIDE bersama komunitas catur di berbagai negara juga secara rutin mengajak sekolah, klub, dan organisasi untuk menggelar aktivitas yang melibatkan semua kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Selain menjadi ajang kompetisi, catur juga dinilai memiliki manfaat besar dalam dunia pendidikan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa permainan ini dapat membantu meningkatkan daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, serta kreativitas peserta didik. Karena itu, banyak negara mulai memanfaatkan catur sebagai media pembelajaran yang mendukung perkembangan kemampuan kognitif anak dan remaja.
Peringatan Hari Catur Sedunia menjadi pengingat bahwa sebuah permainan sederhana dapat menjadi sarana membangun persahabatan lintas budaya sekaligus mengembangkan potensi intelektual.
Melalui semangat sportivitas dan strategi yang terkandung dalam setiap langkah bidak, catur terus menjadi simbol persatuan, pendidikan, dan perdamaian yang mampu menyatukan masyarakat dunia di atas papan berpetak hitam putih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....