Career Cushioning Jadi Tren Pekerja Muda
- 09 Jul 2026 19:58 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Tren career cushioning mulai banyak diterapkan kalangan pekerja muda sebagai langkah menghadapi ketidakpastian dunia kerja. Istilah ini merujuk pada kebiasaan mempersiapkan rencana cadangan karier, seperti meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan profesional, hingga memperbarui CV meski masih memiliki pekerjaan tetap. Fenomena ini berkembang seiring perubahan kondisi pasar kerja dan pesatnya perkembangan teknologi. Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut pengamat ketenagakerjaan, career cushioning bukan berarti seseorang ingin segera mengundurkan diri dari pekerjaannya. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan ekonomi, restrukturisasi perusahaan, maupun perkembangan teknologi yang memengaruhi kebutuhan tenaga kerja.
Psikolog sekaligus penulis Forbes, Bryan Robinson, menjelaskan bahwa career cushioning berkembang dari sekadar tren menjadi strategi adaptasi di tengah ketidakpastian dunia kerja. Ia menilai banyak pekerja kini memilih meningkatkan kompetensi dan membangun jaringan profesional sebagai bentuk perlindungan terhadap karier mereka di masa depan.
Robinson menambahkan, strategi tersebut dapat memberikan rasa percaya diri dan kontrol terhadap perjalanan karier seseorang selama dilakukan secara seimbang. Namun, ia mengingatkan agar persiapan karier tidak sampai mengganggu fokus dan kinerja pada pekerjaan yang sedang dijalani.
Para pakar menilai career cushioning dapat menjadi langkah positif apabila diarahkan pada pengembangan kompetensi, bukan semata-mata didorong oleh rasa cemas. Meningkatkan keterampilan, mengikuti pelatihan, serta memperluas relasi profesional dinilai menjadi investasi penting menghadapi perubahan dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....