Underconsumption Core Dorong Gaya Hidup Lebih Sadar
- 07 Jul 2026 23:24 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Tren underconsumption core semakin diminati, terutama di kalangan Generasi Z. Gaya hidup ini mengajak masyarakat untuk menggunakan barang yang sudah dimiliki selama masih layak pakai, memperbaiki barang yang rusak, serta mengurangi pembelian yang tidak diperlukan. Berbeda dengan gaya hidup konsumtif, underconsumption core lebih menekankan kesadaran dalam berbelanja demi menghemat pengeluaran sekaligus mengurangi limbah. Selasa, 7 Juli 2026.
Fenomena tersebut berkembang pesat melalui media sosial, khususnya TikTok, sebagai respons terhadap meningkatnya biaya hidup dan kejenuhan masyarakat terhadap budaya konsumtif yang kerap dipromosikan para influencer. Banyak kreator konten membagikan kebiasaan sederhana, seperti menghabiskan produk hingga benar-benar habis, membeli barang bekas yang masih berkualitas, hingga memanfaatkan kembali barang lama untuk fungsi baru.
Pendiri QueerBrownVegan sekaligus pegiat lingkungan, Isaias Hernandez, mengatakan underconsumption core merupakan bentuk perlawanan terhadap budaya konsumerisme yang selama ini mendominasi media sosial. Menurutnya, tren tersebut mendorong masyarakat untuk kembali menghargai kebiasaan hidup yang lebih sederhana dan berkelanjutan. "It goes against the dominant consumerist culture," ujarnya dalam wawancara dengan Teen Vogue.
Sementara itu, Vice President BSR, Elisa Niemtzow, menilai tren tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan perilaku konsumen juga perlu diimbangi dengan dukungan industri dan kebijakan agar praktik bisnis yang berkelanjutan dapat berkembang lebih luas.
Para pengamat menilai underconsumption core bukan sekadar tren sesaat, melainkan cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dan keberlanjutan lingkungan. Dengan membeli sesuai kebutuhan, memanfaatkan barang hingga akhir masa pakainya, serta mengurangi pembelian impulsif, masyarakat diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang lebih bijak dan ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....