Menjaga Kekayaan Bahari Nusantara lewat Aksi Nyata pada Hari Kelautan Nasional

  • 02 Jul 2026 15:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - setiap tanggal 2 Juli, Indonesia memperingati Hari Kelautan Nasional. Momen tahunan ini bukan sekadar seremoni di kalender, melainkan sebuah alarm pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peringatan ini sengaja digaungkan untuk menyalakan kembali api kepedulian kita terhadap masa depan lautan di Indonesia yang kian menghadapi tantangan zaman.

Sebagai negara maritim terbesar di kolong langit, identitas Indonesia sejatinya tertulis di atas ombak. Fakta geografis yang dirilis oleh Indonesia Climate Change Trust Fund membuktikan bahwa dua per tiga wilayah kedaulatan kita adalah perairan.

Kita berdiri kokoh di titik strategis antara Benua Asia dan Australia, serta diapit oleh megahnya Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Posisi emas inilah yang menobatkan Indonesia sebagai raksasa bahari dunia yang tiada tandingnya.

Angka-angka di atas peta pun berbicara lewat kemegahan yang nyata. Indonesia merajai ruang maritim global dengan luas lautan yang membentang hingga 5,8 juta kilometer persegi.

Tidak hanya itu, garis pantai kita menjalar sepanjang 95.181 kilometer, sebuah angka fantastis yang mencakup hampir seperempat dari total panjang pantai yang ada di seluruh dunia. Hamparan yang luas ini menjadi bukti betapa besarnya ruang hidup yang dianugerahkan kepada bangsa kita.

Dampak dari letak geografis dan bentang alam yang masif tersebut melahirkan sebuah berkah yang luar biasa: potensi keanekaragaman hayati yang tak terbatas. Lautan Indonesia bertindak sebagai rumah bagi biodiversitas sumber daya hayati kelautan paling kaya di dunia.

Dari terumbu karang yang megah hingga jutaan spesies laut di dalamnya, semuanya merupakan aset tak ternilai yang menopang kehidupan, ketahanan pangan, hingga roda ekonomi bangsa.

Mengingat besarnya potensi tersebut, Hari Kelautan Nasional memanggil kita semua untuk bertindak mulai dari lingkungan terdekat. Langkah sederhana namun berdampak besar dapat kita lakukan dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya agar tidak bermuara ke laut. Selain itu, mari hentikan penggunaan bahan kimia berbahaya serta alat tangkap yang merusak terumbu karang, demi memastikan laut Indonesia tetap lestari hingga generasi mendatang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....