Strategi Menjaga Konsentrasi dalam Penyampaian Materi Berdasarkan Usia
- 30 Jun 2026 12:53 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Batas waktu konsentrasi seseorang dalam menerima materi sering disebut sebagai attention span, sangat bervariasi tergantung usia, metode penyampaian, dan kondisi fisik. Namun, secara umum dalam dunia psikologi dan edukasi, berikut adalah acuan waktu konsentrasi optimal manusia:
Secara psikologis, durasi fokus penuh (fokus berkelanjutan atau sustained attention) pada orang dewasa berkisar antara 15 hingga 20 menit. Untuk rentang usia yang lebih muda, para ahli sering menggunakan rumus perkiraan 2 sampai 3 menit dikali usia anak.
Batas waktu di atas tidaklah kaku, melainkan bisa dipengaruhi oleh beberapa hal seperti metode penyampaian (Audio vs Visual vs Interaktif), mendengarkan ceramah satu arah menguras konsentrasi jauh lebih cepat (bisa drop dalam 10-15 menit) dibanding metode interaktif seperti tanya jawab, diskusi, atau simulasi.
Di era digital, materi berbentuk video pendek atau audio visual yang dinamis umumnya lebih mudah menjaga fokus audiens dibanding teks panjang atau pemaparan yang monoton. Faktor Internal: Rasa lelah, tingkat stres, rasa lapar, hingga waktu dalam sehari atau rasa kantuk setelah makan siang.
Jika Anda sedang menyusun materi presentasi, kelas, atau program edukasi, beberapa metode ini bisa digunakan untuk menyiasati batas konsentrasi yang pendek.
Membagi penyampaian materi menjadi blok-blok waktu (misal: 25 menit materi, diikuti 5 menit istirahat atau peregangan ringan). Memecah materi besar menjadi bagian-bagian kecil berdurasi 10–15 menit.
Setiap berganti segmen, selipkan ice breaking, cerita ilustrasi, atau kuis singkat untuk "mereset" fokus audiens. Fokus pada maksimal 3 poin penting dalam satu sesi agar otak audiens tidak mengalami cognitive overload (kelebihan beban kognitif).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....