Kolaborasi Ditjenpas dan PT Angkasa Pura Wadahi Kreativitas Dorong Ekonomi Lokal

  • 15 Jun 2026 20:33 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menjalin kolaborasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya untuk meningkatkan kreativitas dan potensi anak binaan. Program tersebut akan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026 dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan menyediakan wadah bagi anak binaan untuk mengekspresikan diri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan hiburan bagi pengguna jasa bandar udara.

Menurut I Made, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik di Bandara Tjilik Riwut. Melalui kegiatan ini, bandara tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya daerah.

Kegiatan tersebut direncanakan digelar dua kali setiap bulan dengan menampilkan beragam kesenian khas Kalimantan Tengah. Pertunjukan yang disajikan meliputi tari tradisional, musik akustik, dan penampilan vokal yang melibatkan anak-anak binaan Ditjenpas.

“Ditjenpas memiliki potensi yang sangat luar biasa dari anak-anak binaan mereka dan kami berupaya memberikan layanan yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna jasa di Bandara Tjilik Riwut. Kami juga ingin menampilkan daya tarik dan kekayaan budaya lokal yang dimiliki Kota Palangka Raya,” ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan seni dan budaya. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal yang terlibat.

“Ini merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekaligus melibatkan pelaku usaha lokal dalam mendukung produktivitas seni dan budaya,” katanya.

Sementara itu, seorang penumpang tujuan Yogyakarta asal Selandia Baru yang juga peneliti orangutan Kalimantan, Mila, mengaku terkesan dengan program yang diselenggarakan di Bandara Tjilik Riwut. Menurutnya, pertunjukan budaya yang ditampilkan mampu memberikan hiburan sekaligus pengalaman yang berkesan sebelum penerbangan.

Mila mengatakan dirinya sangat menikmati pertunjukan tari dan musik tradisional yang disajikan. Ia bahkan berharap suatu saat dapat mempelajari dan menarikan tarian Dayak seperti para penampil yang tampil di bandara tersebut.

“Tarian tradisional dan musik di sini sangat menarik. Saya sangat senang melihat dan menikmati keindahan budaya yang ditampilkan,” ujarnya.

Menurut Mila, kegiatan seni di bandara mampu menciptakan suasana yang lebih hidup dan nyaman bagi para penumpang. Kehadiran pertunjukan budaya juga memberikan kesan positif mengenai kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada para pengunjung.

Melalui kolaborasi ini, Ditjenpas dan PT Angkasa Pura Indonesia berharap Bandara Tjilik Riwut dapat menjadi pusat promosi budaya daerah yang berkelanjutan. Selain mendukung pelestarian budaya lokal, program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Kota Palangka Raya dan sekitarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....