Yogurt dari Tangkai Cabai Dinilai Tidak Efektif dan Berisiko bagi Kesehatan

  • 11 Jun 2026 07:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan dengan klaim bahwa yogurt dapat dibuat menggunakan tangkai cabai sebagai bahan fermentasi. Sejumlah konten bahkan menunjukkan hasil yang tampak menyerupai yogurt dan diklaim berhasil dibuat secara sederhana di rumah. Tren ini kemudian menarik perhatian warganet yang penasaran untuk mencoba.

Yogurt pada dasarnya merupakan produk fermentasi susu yang melibatkan bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Proses fermentasi ini membutuhkan media yang kaya nutrisi, terutama protein dan laktosa, agar bakteri dapat berkembang dengan optimal dan menghasilkan tekstur serta rasa khas yogurt.

Menurut prinsip ilmu pangan, tangkai cabai bukanlah media yang ideal untuk proses fermentasi yogurt. Kandungan nutrisi di dalamnya tidak mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat secara optimal. Selain itu, cabai juga mengandung senyawa capsaicin yang memiliki sifat antimikroba, sehingga berpotensi menghambat perkembangan bakteri yang dibutuhkan dalam fermentasi yogurt.

Fenomena “berhasil” yang terlihat pada beberapa konten di media sosial perlu dicermati lebih lanjut. Hasil yang menyerupai yogurt tidak selalu berarti proses fermentasi berjalan dengan benar sesuai standar ilmiah. Perubahan tekstur atau aroma dapat dipengaruhi oleh mikroorganisme lain yang tidak terkontrol, sehingga belum tentu menghasilkan produk yang aman atau memiliki manfaat probiotik seperti yogurt pada umumnya.

Dari sisi keamanan pangan, penggunaan bahan yang tidak lazim dan tidak steril berpotensi menimbulkan risiko pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas produk dan berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi tanpa pengolahan yang tepat. Oleh karena itu, proses fermentasi sebaiknya dilakukan menggunakan bahan dan starter yang sudah teruji secara ilmiah.

Selain itu, untuk eksperimen fermentasi yang aman, disarankan menggunakan bahan yang sesuai seperti susu, santan, atau jus buah sebagai media fermentasi. Starter bakteri yogurt dapat ditambahkan ke media tersebut untuk menghasilkan yogurt yang sehat dan kaya probiotik. Metode ini jauh lebih efektif dan aman dibandingkan mencoba fermentasi langsung dengan tangkai cabai.

Kesimpulannya, membuat yogurt dari tangkai cabai tidak efektif dan tidak disarankan. Media yang tidak sesuai dan kandungan antibakteri pada cabai membuat fermentasi rentan gagal, sementara risiko kesehatan tetap ada.

Dengan meningkatnya tren eksperimen pangan di media sosial, masyarakat diimbau untuk tetap kritis dan memperhatikan aspek keamanan serta dasar ilmiah sebelum mencoba. Inovasi memang menarik untuk diikuti, namun keselamatan dan kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam mengonsumsi maupun memproduksi makanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....