Stiker Buah Simpan Informasi Penting Kenali Arti Kode PLU sebelum Membeli
- 11 Jun 2026 07:49 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya — Di era digital, media sosial menjadi salah satu sarana edukasi yang efektif, termasuk dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pangan dan gizi. Salah satu informasi yang belakangan menarik perhatian warganet adalah penjelasan tentang kode PLU (Price Look-Up) yang tertera pada stiker buah-buahan seperti apel, pir, jeruk, dan pisang.
Edukasi tersebut dibagikan oleh Filipus Adimas, seorang praktisi nutrisi dan pemerhati ilmu pangan, melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa, 9 Juni 2026. Dalam unggahannya, ia menjelaskan cara membaca kode yang tercantum pada stiker buah untuk membantu konsumen mengenali jenis produk yang dibeli.
Menurut Filipus, kode PLU merupakan sistem penomoran yang digunakan secara internasional untuk mengidentifikasi produk hortikultura segar. Kode ini umumnya terdiri atas empat atau lima digit angka yang memberikan informasi tertentu mengenai kategori produk yang dipasarkan.
Ia menjelaskan bahwa buah dengan kode PLU empat digit yang diawali angka 3 atau 4 umumnya merupakan produk hasil budidaya konvensional. Produk dalam kategori ini biasanya ditanam menggunakan metode pertanian modern yang memungkinkan penggunaan pupuk dan pestisida sesuai ketentuan yang berlaku.
“Cara membacanya cukup mudah. Jika terdapat stiker dengan empat digit angka yang diawali angka 3 atau 4, itu menandakan buah hasil budidaya konvensional. Sementara itu, jika terdiri atas lima digit dan diawali angka 9, produk tersebut merupakan buah organik,” ujar Filipus dalam unggahannya.
Informasi tersebut kemudian mendapat perhatian luas dari warganet karena dinilai dapat menambah wawasan konsumen dalam memilih produk pangan sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Banyak pengguna media sosial mengaku baru mengetahui bahwa stiker kecil pada buah ternyata memiliki fungsi lebih dari sekadar kode kasir.
Meski informasi mengenai kode PLU dapat menjadi referensi tambahan bagi konsumen dalam mengenali produk buah yang dibeli, masyarakat diimbau untuk tidak menjadikannya sebagai satu-satunya acuan dalam menentukan pilihan pangan. Sistem penomoran dan standar pelabelan dapat berubah seiring perkembangan regulasi serta kebijakan lembaga terkait. Oleh karena itu, konsumen tetap perlu memperhatikan informasi lain, seperti label produk, sertifikasi resmi, asal produk, kondisi fisik buah, serta ketentuan yang berlaku dari otoritas pangan.
Dengan memahami fungsi kode PLU serta informasi pendukung lainnya, masyarakat dapat menjadi konsumen yang lebih cermat dalam memilih produk segar. Pengetahuan sederhana ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....