Alat Rumah Tangga dari Kayu Ulin Tetap Diminati karena Kekuatan dan Keawetannya

  • 30 Mei 2026 12:38 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kayu ulin dikenal sebagai salah satu jenis kayu paling kuat yang tumbuh di Pulau Kalimantan. Karena memiliki tingkat kekerasan dan ketahanan yang tinggi, kayu yang sering dijuluki sebagai "kayu besi" ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembuatan alat rumah tangga.

Di sejumlah daerah, peralatan seperti lesung, talenan, bangku, meja, hingga rak penyimpanan dari kayu ulin masih digunakan karena mampu bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Menurut informasi dari menlhk.go.id⁠, kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) merupakan jenis kayu endemik Kalimantan yang memiliki ketahanan alami terhadap serangan rayap, jamur, serta perubahan cuaca. Karakteristik tersebut menjadikan kayu ulin sebagai bahan yang sangat bernilai untuk konstruksi maupun perlengkapan rumah tangga yang membutuhkan daya tahan tinggi.

Sejumlah pengrajin di Kalimantan memanfaatkan kayu ulin untuk membuat berbagai peralatan rumah tangga yang kokoh dan tahan lama. Talenan dari kayu ulin, misalnya, dikenal tidak mudah retak meskipun digunakan dalam waktu bertahun-tahun. Begitu pula dengan bangku dan meja berbahan ulin yang tetap kuat meski menahan beban berat dan digunakan setiap hari.

Keunggulan inilah yang membuat produk berbahan kayu ulin masih diminati oleh masyarakat. Media kompas.com⁠ dalam sejumlah laporannya menyebutkan bahwa kayu ulin memiliki tingkat kepadatan yang sangat tinggi sehingga sering dijadikan material untuk bangunan tradisional, jembatan, hingga perabot rumah tangga.

Semakin tua usia kayu ulin, umumnya semakin baik pula kualitas dan kekuatannya. Tidak heran jika banyak produk dari kayu ulin dapat bertahan puluhan bahkan ratusan tahun apabila dirawat dengan baik. Selain kuat, alat rumah tangga dari kayu ulin juga memiliki nilai estetika tersendiri.

Warna kayu yang cenderung cokelat gelap hingga kehitaman memberikan kesan elegan dan alami. Banyak pemilik rumah memilih perabot berbahan ulin karena mampu menghadirkan nuansa tradisional sekaligus mewah.

Keunikan serat kayunya juga menjadi daya tarik bagi para kolektor maupun pecinta produk berbahan alami. Meski demikian, keberadaan kayu ulin saat ini perlu mendapat perhatian karena populasinya semakin terbatas. World Wide Fund for Nature atau WWF Indonesia mengingatkan pentingnya pemanfaatan kayu secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam.

Oleh sebab itu, penggunaan alat rumah tangga dari kayu ulin sebaiknya berasal dari sumber yang legal dan bertanggung jawab.

Dengan pengelolaan yang baik, kayu ulin tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga tetap menjadi bagian dari warisan alam Kalimantan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....