Awal Mula Warna Pastel dan Sejarah Penamaannya

  • 30 Mei 2026 06:07 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Warna pastel kini identik dengan kesan lembut, tenang, dan estetika modern.

Namun, kemunculan warna-warna ini memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Istilah pastel sendiri berasal dari medium seni lukis berbentuk batang kapur berpigmen yang populer digunakan para seniman Eropa sejak abad ke-16.

Dari alat gambar itulah lahir karakter warna yang pucat, halus, dan tidak terlalu tajam dibanding warna primer biasa.

Pada masa Renaisans hingga Rococo di Eropa, warna pastel mulai banyak digunakan dalam lukisan potret bangsawan. Para pelukis memanfaatkan pigmen lembut untuk menghasilkan nuansa kulit yang lebih alami dan elegan.

Di kalangan aristokrat Prancis abad ke-18, warna pastel bahkan menjadi simbol kemewahan dan kelembutan hidup kaum elite. Busana, dekorasi istana, hingga furnitur kerajaan kala itu dipenuhi warna merah muda pucat, biru muda, hijau mint, dan krem lembut.

Penamaan warna pastel sebenarnya tidak berasal dari satu warna tertentu, melainkan dari teknik pencampuran warna. Secara umum, warna pastel terbentuk ketika warna dasar dicampur dengan putih dalam jumlah cukup banyak.

Campuran tersebut membuat intensitas warna menjadi lebih terang dan lembut. Karena karakter inilah, masyarakat kemudian mengenal istilah warna pastel sebagai kelompok warna yang memiliki tone ringan dan menenangkan.

Perkembangan warna pastel semakin pesat memasuki abad ke-20, terutama dalam dunia mode dan desain interior. Era 1950-an menjadi salah satu titik penting popularitas pastel setelah banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga, mobil, hingga pakaian wanita di Amerika Serikat.

Warna pastel dianggap mencerminkan optimisme dan suasana damai pasca Perang Dunia II. Nuansa lembutnya memberi kesan modern sekaligus nyaman dipandang.

Di dunia psikologi warna, pastel juga memiliki makna yang cukup kuat. Warna-warna ini sering diasosiasikan dengan ketenangan, kelembutan, romantisme, dan rasa aman. Tidak heran jika pastel banyak digunakan pada ruang bayi, kafe estetik, hingga identitas visual produk kecantikan dan gaya hidup.

Pengaruh media sosial beberapa tahun terakhir juga membuat warna pastel kembali populer karena dianggap fotogenik dan memberi tampilan visual yang bersih.

Menariknya, setiap warna pastel memiliki nama yang terinspirasi dari benda atau unsur alam. Misalnya mint diambil dari warna daun mint, lavender berasal dari bunga lavender, sementara peach terinspirasi dari warna buah persik matang.

Penamaan tersebut membantu masyarakat lebih mudah mengenali karakter warna sekaligus membangun asosiasi emosional tertentu terhadap sebuah produk atau desain.

Kini, warna pastel tidak lagi sekadar tren sementara. Kehadirannya telah menjadi bagian penting dalam perkembangan seni, fesyen, hingga budaya visual modern.

Dari teknik seni lukis klasik hingga menjadi identitas estetika generasi digital, warna pastel menunjukkan bahwa warna lembut pun mampu meninggalkan pengaruh besar dalam sejarah dan kehidupan sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....