Alam Berhubungan dengan Kesehatan Mental Manusia di Era Modern
- 26 Mei 2026 14:52 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID. Palangka Raya - Alam memiliki keterkaitan dengan kesehatan mental manusia di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan. Hal tersebut dibahas dalam Program Dialog Green Radio yang disiarkan melalui Pro 1 dan kanal YouTube RRI Palangka Raya dengan tema “Merawat Alam, Merawat Diri: Hubungan Manusia, Alam, dan Kesehatan Mental”.
Koordinator Humas dan Kerjasama Balai Taman Nasional Sebangau sekaligus Nature Therapist, Noviyanti Nugraheni, menjelaskan bahwa konsep forest bathing atau shinrin-yoku berasal dari Jepang sebagai metode terapi alami untuk membantu mengurangi stres dan tekanan mental masyarakat perkotaan. Menurutnya, terapi tersebut mengajak manusia memperlambat ritme hidup dan kembali terhubung dengan alam.
“Forest bathing ini adalah bagaimana kita memperlambat diri, membuka semua panca indera kita untuk lebih terkoneksi dengan alam dan merasakan alam itu sendiri. Kita menjadi bagian satu alam dan menyadari eksistensi kita sebagai manusia,” ujarnya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Selain itu, Novi juga menjelaskan bahwa pepohonan di hutan menghasilkan zat fitonsida yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh dan membantu menurunkan hormon stres. Ia menilai Kalimantan Tengah memiliki kekayaan alam yang masih sangat baik sehingga perlu dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Founder Atei Kawal Namuei, Rut Dini Prasti, mengatakan komunitas yang dibangunnya berupaya menghadirkan ruang pemulihan diri melalui pendekatan alam, yoga, meditasi, hingga budaya lokal Dayak. Menurutnya, banyak masyarakat modern hidup terlalu jauh dari alam sehingga kehilangan ruang untuk menenangkan diri.
"Kita hidup di dunia yang sangat cepat, penuh distraksi, tekanan, dan sering kali lupa untuk benar-benar hidup. Jadi kita menggabungkan forest bathing dengan yoga dan tarian Dayak supaya orang bisa lebih tenang dan mengenal dirinya sendiri,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Psikolog dan dosen, Cahaya, menjelaskan bahwa interaksi langsung dengan alam secara ilmiah dapat membantu tubuh menurunkan hormon kortisol atau hormon stres. Menurutnya, suasana alam yang hijau dan sejuk mampu memicu pelepasan hormon serotonin dan endorfin sehingga membuat seseorang merasa lebih tenang dan bahagia.
“Ketika kita melihat pohon yang hijau, udara yang sejuk, itu membantu menekan produksi hormon kortisol atau hormon stres. Tubuh juga melepaskan serotonin dan endorfin yang membantu kita merasa lebih tenang dan bahagia,” katanya.
Melalui program Green Radio tersebut, para narasumber mengajak masyarakat untuk mulai membangun kembali hubungan yang lebih dekat dengan alam sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kesadaran untuk merawat lingkungan. (Hesa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....