Sepak Sawut, Tradisi Sepak Bola Api Suku Dayak Kini Dilombakan

  • 26 Mei 2026 15:36 WIB
  •  Palangkaraya

‎RRI.CO.ID, Palangka Raya - Permainan khas masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, Sepak Sawut kembali memeriahkan rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026.

‎Berbeda dengan sepak bola pada umumnya, permainan tradisional ini menggunakan bola api berbahan dasar buah kelapa yang dibakar, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung festival.

‎Tahun ini, Kabupaten Murung Raya berhasil mempertahankan juara, setelah pada FBIM sebelumnya juga berhasil meraih juara pertama.

‎Ketua Tim Sepak Sawut Kabupaten Murung Raya, Paul Gonzales, mengatakan bahwa sebelum bermain sepak sawut perlu mengoleskan odol ke tangan dan kaki agar tidak luka bakar ketika menendang atau terkena bola sawut.

‎Selain itu, perlu keberanian dan kondisi fisik yang prima ketika bermain lantaran yang dihadapi adalah bola api yang memiliki bobot lebih berat dari bola pada umumnya.

"‎Setengah bulan yang lalu kami sudah persiapan, kami sudah tempat ada latihan di kampung. Persiapan yang lain mungkin pas nyampe di Palangka Raya, kami ada pemanasan sedikit, kayak main mini soccer. Mungkin pengalaman yang dipakai, bagaimana ketemu api gitu ya. Mungkin sudah, apalah segini, kebetulan saya sendiri sudah tiga tahun ikut Sepak Sawut," katanya.

‎Sementara itu, Pemerhati Sepak Sawut, Mawardi, menjelaskan bola yang digunakan berasal dari buah kelapa tua yang dikupas hingga menyisakan serabutnya, kemudian direndam menggunakan minyak tanah sebelum dibakar.

‎"Cara bermainnya memang mirip seperti permainan sepak bola atau futsal. Perbedaannya, permainan ini menggunakan buah kelapa yang dibakar," ujarnya, Senin 25 Mei 2026.

‎Menurutnya, Sepak Sawut menjadi salah satu permainan rakyat yang sarat nilai budaya dan mencerminkan kreativitas masyarakat lokal dalam memanfaatkan bahan alami di lingkungan sekitar.

‎Pada zaman dulu, sepak sawut dilakukan untuk menunggu jenazah kerabat atau warga kampung yang meninggal dunia. Sejumlah pemuda pemudi membakar buah kelapa dan bermain sepak bola di halaman rumah agar suasana pada malam hari tidak sepi.

‎Dalam pertandingan Sepak Sawut, masing-masing tim diperkuat tujuh pemain yang terdiri dari lima pemain inti dan dua pemain cadangan.

‎Sementara durasi pertandingan berlangsung selama dua babak dengan waktu masing-masing 10 menit serta jeda istirahat lima menit.

‎Dalam aturan juga, apabila bola sudah menyentuh penjaga gawang tanpa dipegang, bola tersebut sepenuhnya milik kiper meskipun terlepas dari tangan dan pemain tidak boleh merebut.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....