Konservasi Hutan Kalteng Libatkan Kearifan Lokal Masyarakat

  • 18 Mei 2026 18:59 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Upaya konservasi kawasan hutan di Kalimantan Tengah perlu terus dilakukan untuk menjaga alam tetap lestari. Upaya ini salah satunya dilakukan di Taman Nasional Sebangau yang menjadi rumah bagi sekitar 8 ribu spesies endemik orang utan.

Koordinator Humas dan Kerjasama Balai Taman Nasional Sebangau, Noviyanti Nugraheni, mengatakan upaya konservasi dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat yang memiliki kearifan lokal dalam menjaga alam. Melalui kolaborasi tersebut, perlindungan hutan dan alam di Kalimantan Tengah diharapkan menjadi lebih baik dan menyeluruh.

“Sekarang paradigma kawasan konservasi tidak lagi textbook ke teori yang di luar negeri karena memang yang dipakai adalah pengetahuan lokal. Karena bagaimanapun juga orang lokal lebih tahu, lebih mengenal dan dia sudah lahir dengan itu, jadi kita akan merujuk ke pengetahuan pengetahuan lokal itu untuk kemudian bekerja sama kolaborasi untuk membangun kawasan taman nasional,” katanya, saat mengisi program Green Radio di Pro 1 RRI Palangka Raya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Sementara itu, perwakilan dari WWF Indonesia, Ma'mun Ansori, mengatakan pelibatan masyarakat dalam menjaga alam juga dilakukan di desa wilayah Kecamatan Tasik Biawan, Kabupaten Katingan. Dalam program tersebut, masyarakat diberikan izin untuk mengelola hutan adat guna mendukung kesejahteraan warga sekitar.

“Kita juga mendorong Petak Bahandang, salah satu desa di Kabupaten Katingan, untuk menjadikan kawasan hutan adat yang notabenenya pengelolaan itu sebuah izin diberikan untuk dikelola bagi masyarakat dan itu seumur hidup. Dan diberikan itu sebenarnya adalah ruang kolaborasi pemerintah bahwa masyarakat kasih ruang-ruang tadi,” katanya.

Menurut Ma’mun, kawasan seperti pukung pahewan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi hutan adat yang dikelola langsung oleh masyarakat. Pengelolaan berbasis masyarakat dinilai mampu menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar kawasan hutan.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat adat diharapkan menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian hutan di Kalimantan Tengah. Dengan mengutamakan pengetahuan lokal dan kearifan adat, upaya konservasi dinilai dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....