Densus 88 Ingatkan Bahaya Penyebaran Radikalisme lewat Media Digital

  • 15 Mei 2026 22:09 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perkembangan teknologi digital saat ini tidak hanya memberikan kemudahan akses informasi dan komunikasi, tetapi juga menghadirkan berbagai ancaman baru. Salah satunya adalah penyebaran paham intoleransi dan radikalisme yang menyasar kalangan anak muda melalui internet dan media sosial.

Anggota Tim Pencegahan SGW Kalimantan Tengah Densus 88, Briptu Raka, mengatakan penyebaran paham intoleran dan radikal kini banyak memanfaatkan platform digital seperti media sosial hingga game online untuk menjangkau remaja. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar paham radikalisme tidak berkembang dan memecah persatuan bangsa.

“Berbeda lagi karena saat ini adalah era digitalisasi, jadi penyebaran paham intoleran, radikal, bahkan terorisme itu melalui media sosial. Bahkan hal yang menarik saat ini yang kami temukan penyebaran paham intoleran dan radikal juga bukan hanya melalui media sosial melainkan melalui game online,” katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 14 Mei 2026.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan orang tua perlu memberikan pengawasan khusus terhadap penggunaan gadget pada anak. Sebab, anak yang terlalu sering menggunakan gadget tanpa kontrol cenderung menjadi antisosial dan berisiko terpapar paham radikal dari dunia maya.

“Penggunaan gadget tanpa pengawasan dan tanpa aturan akan sangat mempengaruhi. Artinya anak ini sudah masuk dalam dunia media sosial, dalam dunia gadgetnya gitu, dia akan antipati dengan sosialnya,” katanya.

Selain media sosial, paparan konten kekerasan di internet juga dinilai semakin mengkhawatirkan. Bahkan, muncul tren kelompok tertentu di kalangan remaja yang saling mendukung untuk melakukan aksi kekerasan melalui komunitas virtual seperti true crime community atau TCC.

Karena itu, pengawasan orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk melindungi anak-anak dari pengaruh negatif dunia digital. Edukasi tentang penggunaan internet secara sehat juga penting dilakukan agar generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....