Stok Terbatas, Harga Minyakita di Pasar Kahayan Palangka Raya Masih Relatif Stabil

  • 11 Mei 2026 16:33 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kenaikan harga minyak goreng subsidi merek Minyakita yang dikabarkan mencapai Rp20 ribu per liter di beberapa daerah menjadi perhatian masyarakat Palangka Raya. Meski demikian, sejumlah pedagang di Pasar Kahayan Palangka Raya menyebut harga jual di lapangan masih berada di kisaran Rp17 ribu per liter. Namun diakui stok barang sangat terbatas.

Pedagang yang menjual Minyakita di Pasar Kahayan, Janah, mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan Minyakita secara stabil. Janah mengaku pasokan dari distributor tidak selalu tersedia setiap hari, sehingga jumlah barang yang diterima pun terbatas. Tingginya permintaan dari masyarakat juga menyebabkan stok cepat habis.

“Jualan Rp17 ribu. Kadang ada, kadang nggak ada stoknya. Masih banyak permintaan. Kalau naik kurang tahu, soalnya kami beli dari distributor juga. Barang baru datang cuma sedikit, jadi kami dapat sedikit juga," katanya, Senin, 11 Mei 2026.

Meski harga di tingkat pedagang dinilai masih relatif stabil, masyarakat mengaku sempat menemukan perbedaan harga di sejumlah tempat. Konsumen berharap harga Minyakita tidak terus mengalami kenaikan mengingat minyak goreng menjadi kebutuhan pokok sehari-hari.

Salah seorang konsumen, Herlina, mengatakan harga Minyakita biasanya berada di kisaran Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per liter. Menurutnya, apabila harga terus naik, masyarakat kemungkinan akan beralih ke merek lain yang lebih murah.

“Kadang-kadang naik, biasa Rp16 ribu sampai Rp17 ribu sesuai penjualnya. Kalau naik terus mungkin beli yang lebih murah, tapi yang kita tahu Minyakita masih paling murah. Harapannya jangan naik lagi dan stoknya jangan kosong juga, karena banyak yang perlu untuk jualan gorengan maupun kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga dan distribusi Minyakita agar tetap terjangkau dan mudah didapatkan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada minyak goreng subsidi tersebut. (Hesa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....