Hardiknas Pengingat Pentingnya Melanjutkan Perjuangan Memajukan Pendidikan

  • 02 Mei 2026 15:42 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk menegaskan kembali peran pendidikan dalam pembangunan.

Hari nasional ini diperingati secara rutin di seluruh Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap dunia pendidikan serta upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Meskipun bukan hari libur nasional, Hardiknas tetap dirayakan melalui berbagai kegiatan seperti upacara bendera dan refleksi pendidikan di sekolah maupun instansi pemerintah.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional tidak dapat dipisahkan dari sosok Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan Indonesia. Tanggal 2 Mei dipilih karena bertepatan dengan hari kelahirannya, yang kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional yang memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya pada masa penjajahan ketika akses pendidikan masih terbatas dan diskriminatif.

Perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam bidang pendidikan menjadi tonggak penting lahirnya sistem pendidikan nasional. Ia mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa pada tahun 1922 sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem pendidikan kolonial yang tidak adil.

Melalui gagasannya, pendidikan tidak hanya menjadi hak kaum tertentu, tetapi harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peringatan Hardiknas juga memiliki makna yang lebih luas, yakni sebagai ajang refleksi terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.

Momentum ini mendorong masyarakat dan pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki sistem pembelajaran, serta memperluas akses pendidikan yang merata dan inklusif. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Di era modern, makna Hari Pendidikan Nasional semakin relevan dengan tantangan global seperti digitalisasi dan perkembangan teknologi. Pendidikan dituntut untuk mampu mencetak generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis.

Nilai-nilai yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara, seperti “Tut Wuri Handayani,” tetap menjadi pedoman dalam membangun sistem pendidikan yang memerdekakan dan memberdayakan peserta didik.

Dengan demikian, peringatan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan dalam memajukan pendidikan.

Semangat yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menciptakan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....