Dharma Santi Nyepi 1948 Perkuat Persaudaraan di Kalteng

  • 29 Apr 2026 22:37 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Umat Hindu di Kalimantan Tengah menggelar puncak perayaan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sekaligus Hari Ulang Tahun Integrasi ke-46 Kaharingan-Hindu di Outdoor Pura Pitamaha, Jalan Kinibalu Palangka Raya. Kegiatan ini mengusung tema Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga yang menekankan nilai persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan antar umat.

Acara tersebut dihadiri unsur Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, serta berbagai komponen umat Hindu. Perayaan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus momentum refleksi spiritual setelah pelaksanaan Hari Suci Nyepi, serta memperkuat toleransi dan kerukunan di Kalimantan Tengah yang majemuk.

Ketua Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan Pusat Palangka Raya Walter S Penyang mengatakan, Dharma Santi Nyepi merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan antar umat dan membangun kehidupan sosial yang harmonis. Menurutnya, semangat satu keluarga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa membeda-bedakan latar belakang.

“Momentum ini punya tema satu saudara, satu keluarga. Kalau kita bicara satu saudara, satu keluarga, kita ini tidak ada beda-beda. Kita harapkan umat Hindu Kaharingan selalu sadar dan bisa melaksanakan kegiatan ibadahnya dengan baik,” katanya, Rabu, 29 April 2026.

Walter juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi antar umat beragama. Perbedaan keyakinan, menurutnya, merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama demi terciptanya kedamaian dan persatuan di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Ketua Panitia Dharma Santi Prof. Tiwi Etika mengatakan pelaksanaan kegiatan ini dirancang tidak hanya bersifat ritual keagamaan, tetapi juga mengedepankan nilai sosial, budaya, dan kebersamaan. Ketua Panitia juga mengkolaborasikan generasi muda dan senior dalam penyelenggaraan kegiatan agar proses kaderisasi berjalan baik. Ia juga turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur pimpinan, Pemerintah Daerah, Tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh sehingga acara dapat terlaksana dengan lancar.

“Bagaimana kita memaknai pelaksanaan Hari Suci Nyepi itu tidak hanya sebatas rutinitas ritual, tetapi juga bisa dilakukan dalam bentuk sosial. Kemudian sekarang kita lakukan silaturahmi, seperti itu,” ujarnya.

Melalui perayaan Dharma Santi Nyepi ini, Ketua Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan dan Ketua Panitia Dharma Shanti berharap umat Hindu di Kalimantan Tengah bisa memiliki nilai spiritualitas, persaudaraan, dan gotong royong dan terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda untuk aktif melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi keagamaan di masa mendatang. (Hesa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....