Etika Penting yang Harus Dilakukan di Transportasi Umum

  • 28 Apr 2026 20:15 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bagi masyarakat urban, transportasi umum seperti KRL, MRT, LRT, maupun bus TransJakarta adalah nadi kehidupan.

Namun, di balik efisiensinya, kerumunan massa menyimpan risiko keselamatan jika kita tidak waspada. Menjaga diri di transportasi umum bukan hanya soal menghindari kejahatan, tapi juga tentang mencegah kecelakaan fisik.

Berikut adalah panduan spesifik untuk menjaga keselamatan Anda selama di perjalanan:

1. Golden Rules: Area Peron dan Pintu

Area transisi adalah tempat di mana kecelakaan paling sering terjadi, mulai dari terjepit hingga terjatuh.

  • Patuhi Garis Kuning: Jangan pernah melewati garis aman di peron sebelum armada berhenti sempurna. Angin dari kendaraan yang melaju kencang bisa mengganggu keseimbangan Anda.
  • Hukum "Keluar Dulu Baru Masuk": Selalu beri ruang bagi penumpang yang turun. Menyerobot masuk saat orang lain sedang keluar menciptakan desak-desakan berbahaya yang bisa membuat seseorang terjatuh ke celah peron.
  • Waspadai Celah Peron: Selalu perhatikan langkah kaki Anda ( mind the gap). Jangan bermain ponsel saat melangkah masuk atau keluar dari armada.

2. Kesadaran Situasional di Dalam Armada

Ruang yang sempit memerlukan kewaspadaan ekstra terhadap sekitar.

  • Genggam Pegangan (Handrail): Meskipun Anda merasa seimbang, guncangan mendadak atau rem darurat bisa terjadi kapan saja. Selalu pastikan satu tangan Anda memegang sandaran atau pegangan yang tersedia.
  • Posisi Tas di Depan: Selalu pakai ransel di bagian depan dada. Selain menghindari pencopetan, ini mencegah tas Anda terjepit pintu otomatis atau menyenggol penumpang lain secara tidak sengaja.
  • Hindari Berdiri di Sambungan Gerbong: Jika menggunakan kereta, hindari berdiri lama di area sambungan gerbong karena area ini paling tidak stabil saat terjadi guncangan atau tikungan tajam.

3. Menghadapi Risiko Kejahatan dan Pelecehan

Keselamatan juga mencakup perlindungan diri dari niat buruk orang lain.

  • Pilih Area Ramai atau Gerbong Khusus: Jika bepergian sendiri (terutama malam hari), pilihlah gerbong yang ramai atau gerbong khusus wanita yang biasanya terletak di ujung rangkaian kereta.
  • Jangan Memancing Perhatian: Hindari memakai perhiasan yang terlalu mencolok atau memamerkan barang elektronik mahal secara berlebihan di tempat yang sangat padat.
  • Berani Bersuara: Jika Anda merasa tidak nyaman atau melihat tindakan mencurigakan, segera pindah posisi atau dekati petugas keamanan (Announcer/PKD) yang ada di dalam armada.

4. Etika Digital demi Keselamatan

Ponsel bisa menjadi pengalih perhatian yang berbahaya.

  • Volume Earphone yang Wajar: Pastikan Anda tetap bisa mendengar pengumuman dari petugas atau suara di sekitar. Menutup indra pendengaran sepenuhnya membuat Anda lambat merespons jika terjadi kondisi darurat.
  • Simpan Gadget Saat Naik/Turun Tangga: Banyak kecelakaan terjadi karena penumpang terpeleset di tangga stasiun akibat asyik menatap layar ponsel.

Transportasi umum yang aman dimulai dari kedisiplinan penggunanya. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan perjalanan yang tertib bagi penumpang lainnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....