Tawakal Bukan Berarti Pasrah tanpa Usaha dan Ikhtiar
- 23 Apr 2026 11:33 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam ajaran Islam, diperlukan sikap sabar dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan yang tidak mudah. Namun, bukan hanya itu, segala kesulitan yang dihadapi juga perlu disertai dengan sikap tawakal, atau berserah diri kepada Tuhan.
Ustaz Ahmad Hanafi, saat mengisi program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya, mengatakan, meski tawakal memiliki arti berserah diri, namun tawakal bukan berarti tidak melakukan apapun. Sikap berserah diri justru dilakukan setelah diupayakan sebuah usaha dalam menyelesaikan masalah atau ujian hidup.
| Baca juga: Misteri Dua Belas Shio dan Kepribadian |
"Banyak yang salah memahami arti tawakal ini ya, karena ada bilang, saya tawakal tidak usah kerja. Nah, tawakal aja enggak usah kerja, ini salah pastinya," katanya, Selasa, 21 April 2026.
Ustaz Ahmad Hanafi melanjutkan, termasuk keinginan dalam mendapatkan rezeki dan kesuksesan, diperlukan usaha terlebih dahulu dengan bekerja. Setelah berusaha dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki, maka dianjurkan untuk berserah diri atas hasil yang akan didapatkan.
"Ada usaha untuk mencoba mencapai suksesan ya baru kita bertawakal, jadi usaha dulu baru berserah. Kalau misalkan Anda ingin rezeki ya, yaitu ya dengan kerja, dengan usaha ya, dengan belajar sehingga rezekinya bertambah gitu, setelah itu baru serahkan hasilnya kepada Allah," katanya.
Pemahaman yang benar tentang tawakal menjadi penting agar tidak menimbulkan sikap malas atau pasif dalam menjalani kehidupan. Dengan menggabungkan usaha dan doa, seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih seimbang dan penuh keyakinan.
Pada akhirnya, tawakal bukanlah alasan untuk menghindari tanggung jawab, melainkan bentuk keimanan setelah melakukan ikhtiar terbaik. Sikap ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang tangguh, optimis, dan tetap berserah diri kepada Tuhan dalam setiap keadaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....