Anggota DPRD Palangka Raya: Masyarakat Berperan Cegah Kebakaran

  • 20 Apr 2026 09:41 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menjelang datangnya musim kemarau, masyarakat di Kota Palangka Raya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mulai menerapkan pola hidup hemat air. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai dampak yang kerap muncul saat musim kering.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menegaskan bahwa musim kemarau merupakan periode rawan terjadinya karhutla. Kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan membuat lahan menjadi kering dan mudah terbakar.

Ia menyebut, karhutla bukan hanya persoalan lingkungan semata, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.

“Setiap tahun kita selalu menghadapi ancaman karhutla saat kemarau. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, sekecil apa pun itu,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.

Hasan juga mengingatkan bahwa kebakaran lahan berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu, asap yang dihasilkan juga berisiko terhadap kesehatan, khususnya gangguan pernapasan.

Tidak hanya soal kebakaran, ia turut menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya air secara bijak. Menurutnya, ketersediaan air bersih biasanya mengalami penurunan saat musim kemarau, sehingga masyarakat perlu mulai berhemat.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla, sekaligus menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....