Wujudkan Kreativitas Mahasiswa PGSD lewat Pameran Seni
- 18 Apr 2026 20:43 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Palangka Raya menggelar Pameran Seni TREND di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Tengah. Pameran ini menjadi ajang kreativitas sekaligus bukti nyata kompetensi calon guru yang inovatif.
TREND merupakan singkatan dari Tradisi Reatif Ekspresi Nusantara Dalam Karya. Tema ini dipilih untuk menunjukkan bahwa nilai budaya Nusantara dapat menjadi karya seni modern.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, S.H.,M.H., mengapresiasi kegiatan ini. “Pemilihan tema TREND adalah pilihan yang cerdas di tengah arus modernisasi”, ujarnya dalam sambutan, Jum’at (10 April 2026).
Ia menegaskan perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi pusat interaksi masyarakat yang aktif. Gedung perpustakaan bukan lagi sekedar tempat meminjam buku, melainkan arena unjuk bakat pemuda.
Dosen Pengampu Mata Kuliah,Cahyo Wahyu Darmawan menjelaskan kaitan pameran ini dengan pembelajaran seni budaya di PGSD yang memiliki penilai sendiri mulai dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Keterampilan terbagi menjadi 2 ada keterampilan umum dan ada keterampilan khusus. Ia menyebut dasar akademis berpijak pada Taksonomi Bloom tertinggi, yaitu tingkat menciptakan karya.
“Ini bukan sekedar tugas, ini pembuktian bahwa ilmu mahasiswa bermanfaat langsung bagi masyarakat”, ucapnya. Ia juga merujuk filosofi Ki Hajar Dewantara tentang pentingnya mengenali kemampuan/keterampilan yang ada pada diri sendiri.
Ia juga berharap mahasiswa PGSD bisa menciptakan hal-hal baru dan sebelum lulus sudah produktif, minimal menciptakan lapangan kerja sebelum lulus. “PGSD itu sudah jelas pasti mengajar di SD tetapi pendidikan itu tidak hanya disekolahan, mahasiswa-mahasiswa pgsd bisa membuat Bimbel,bisa membuat kerajinan lalu membuat pelatihan dan produktif di masyarakat”, ucapnya.
Ragil Fadila selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan tantangan terbesar adalah menyelaraskan visi puluhan mahasiswa dari dua rombongan belajar. Manajemen waktu dan konsistensi komunikasi menjadi kunci agar pameran berjalan harmonis dan tepat waktu.
Karya bermotif ornamen Dayak pada media modern paling banyak menarik perhatian pengunjung pameran. Media pembelajaran kreatif dan berwarna-warni juga diminati para pendidik yang hadir menyaksikan pameran.
Ketua pelaksana berharap kegiatan ini tidak hanya sekedar menjadi tugas akhir atau rutinitas tahunan semata. Pameran ini diharapkan menjadi tradisi kreatif yang melahirkan guru inovatif bagi generasi mendatang. (Puja/UPR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....