Pameran Seni PGSD UPR Bekali Pengunjung Keterampilan Kreatif
- 18 Apr 2026 21:40 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Palangka Raya (UPR) menyelenggarakan workshop interaktif sebagai bagian dari rangkaian pameran karya mahasiswa.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman baru kepada pengunjung untuk melihat dan terlibat langsung dalam proses pembuatan kerajinan tangan.
Plt. Kepala Bidang Layanan, Teknologi Informasi (TI), dan Kerja Sama Perpustakaan Dispursip Kalteng, Febrianto Budiman, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi ini sebagai bagian dari strategi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Menurutnya, perpustakaan kini didorong untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat di mana pengunjung bisa datang untuk mempelajari keterampilan baru (skill).
"Dulu orang ke perpustakaan untuk mencari informasi saja, sekarang kita dorong untuk mendapatkan skill. Workshop ini memberikan nilai tambah bagi pemustaka untuk belajar membuat produk bermanfaat dari bahan yang mudah dicari," ujar Febrianto Budiman, (18 April 2026).
Dosen pengampu mata kuliah seni kerajinan tangan, Indah Fikriyyati, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempraktekkan secara langsung hasil beberapa kerajinan yang sudah dibuatkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajarkan untuk mengimplementasikan nilai budaya ke dalam media ajar yang nantinya akan digunakan di dunia persekolahan.
"Workshop ini menjadi bekal mahasiswa nantinya ketika terjun di dunia sekolah, karena mereka sudah praktik langsung membuat media ajar," kata Indah Fikriyyati.
Ketua Panitia Pameran Seni Tradisi Reatif Ekspresi Nusantara Dalam Karya (T.R.E.N.D), Ragil Fadila, menambahkan bahwa pelaksanaan workshop ini memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam manajemen logistik dan sinkronisasi inventaris alat serta bahan. Ketelitian tinggi diperlukan untuk memastikan seluruh material mencukupi dan alur distribusi bahan kepada peserta berjalan efisien agar area kerja tetap kondusif.
Ragil juga menekankan bahwa materi kriya dari bahan daur ulang yang dimodernisasi menjadi daya tarik utama bagi pengunjung karena memiliki nilai guna sekaligus estetika.
Mahasiswa diharapkan dapat terus mengasah soft skills dan kreativitas mereka sehingga mampu menjadi pendidik yang inovatif serta mandiri dalam berkarya di masa depan. (Shici/UPR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....