Obat Tradisional dengan Label BPOM Fiktif Masih Ditemukan di Palangka Raya
- 16 Apr 2026 10:22 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya terus melakukan pengawasan terhadap obat-obatan yang beredar di pasaran. Dalam sidak rutin, petugas masih menemukan produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan, termasuk obat tradisional.
Ketua Tim Penyuluhan Obat dan Makanan BBPOM Palangka Raya, Wahyuri, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan temuan di lapangan, termasuk produk yang mencantumkan label terdaftar BPOM namun sebenarnya fiktif.
"Nah yang penting itu adalah juga masyarakat bisa terinfokan, kami Balai Besar POM di Palangkaraya itu sering memposting di Instagram, di Youtube, di TikTok, dan juga di Facebook apabila ada produk-produk obat tradisional yang terlihatnya terdaftar di POM, tapi sebenarnya tidak terdaftar, jadi terdaftarnya itu fiktif," katanya, saat menjadi narasumber program Dialog Kalteng Menyapa di Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 14 April 2026.
Lebih lanjut, Wahyuri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dengan mengecek produk sebelum membeli. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah klaim pada label, karena klaim berlebihan bisa menjadi indikasi produk tidak sesuai standar BPOM.
"Tulisan-tulisan di label yang over claim itubisa menjadi penanda bahwa itu tidak benar karena dalam proses registrasinya. Sebelum dipasarkan Badan POM itu melakukan pengawasan premarket, jadi industri dilihat dulu kemudian bahan aktifnya, desain labelnya harus sesuai ketentuan," katanya.
Ia menjelaskan, dalam proses registrasi, BPOM melakukan pengawasan ketat sebelum produk beredar di pasaran. Mulai dari bahan aktif hingga desain label harus sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, obat tradisional tidak diperbolehkan mengklaim dapat menyembuhkan penyakit secara langsung. Produk tersebut hanya boleh mencantumkan manfaat seperti membantu menjaga kesehatan atau meningkatkan stamina.
Masyarakat diharapkan semakin teliti dan tidak mudah percaya pada klaim yang berlebihan. Dengan kesadaran bersama, peredaran obat yang tidak aman dapat ditekan dan kesehatan masyarakat lebih terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....