Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengurangi Dampak Bahaya Petir

  • 12 Apr 2026 13:30 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Cuaca buruk yang kerap melanda wilayah Kota Palangka Raya belakangan ini menjadi perhatian serius, terutama terkait potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, kondisi atmosfer yang labil serta tingginya kelembapan udara meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif yang memicu kilat dan petir di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

BMKG menyebutkan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dapat terjadi secara merata, termasuk di Kota Palangka Raya. Fenomena ini dipicu oleh adanya konvergensi angin serta kondisi udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan dalam waktu singkat.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan seperti banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas harian.

Dalam upaya antisipasi, warga diminta untuk segera mencari tempat berlindung yang aman saat hujan disertai petir terjadi.

Hindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun area terbuka karena berisiko tinggi tersambar petir atau tertimpa benda yang roboh akibat angin kencang.

Tempat yang lebih aman adalah di dalam rumah atau bangunan permanen yang memiliki perlindungan memadai.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem berlangsung, terutama di lapangan terbuka, perairan, atau area tinggi.

Petir cenderung menyambar objek yang lebih tinggi atau berada di ruang terbuka, sehingga risiko kecelakaan meningkat jika tidak diantisipasi dengan baik. Langkah sederhana seperti mencabut perangkat elektronik dari sumber listrik juga penting dilakukan untuk menghindari kerusakan akibat lonjakan arus.

BMKG juga mendorong masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, baik situs web maupun aplikasi mobile. Informasi peringatan dini yang disampaikan secara berkala dapat menjadi acuan dalam merencanakan aktivitas sehari-hari, sehingga risiko akibat cuaca buruk dapat diminimalkan.

Dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bahaya petir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....